Probolinggo (beritajatim.com) – Setelah ditemukan jasad remaja perempuan yang tersangkut di pohon mangrove, Polres Probolinggo angkat bicara. Hal ini disampaikan Kasi Humas Polres Probolinggo Iptu Mardhania Pravita Shanty, Jumat (3/1/2025).
Vita mengatakan bahwa setelah ditemukan jasad remaja putri berinisial ACS (13) ini kemudian langsung dievakuasi dan dikirimkan ke RSUD dr M Saleh. Pihak kepolisian rencananya akan melakukan autopsi pada jenazah korban.
Namun keluarga korban tidak menghendaki adanya autopsi pada tubuh korban dengan dinyatakan dengan surat keterangan. “Pihak leluarga enggan diautopsi,” jelas Vita saat dihubungi.
Vita juga mengatakan bahwa hasil visum awal, dari keterangan dokter, tidak ditemukan adanya tindak kekerasan. Namun masih didapati kejanggalan terkait meninggalnya remaja 13 tahun tersebut dengan meninggalkan kendaraan bermotor dan handphonenya di sebuah warung.
“Terkait kronologi dan kejanggalan lainnya nanti akan kami sampaikan. Saat ini pihak Satreskrim Polres Probolinggo sedang melakukan penyelidikan,” ungkapnya.
Diketahui sebelumnya warga telah menemukan jasad seorang remaja perempuan berinisial ACS yang masih berusia 13 tahun. Korban ditemukan dalam kondisi tengkurap dan tersangkut pohon mangrove di Muara Dringu.
Korban sebelumnya telah dilaporkan menghilang sejak 30 Desember 2024 lalu. Kemudian setelah empat hari kemudian korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia. (ada/but)






