Probolinggo (beritajatim.com) – Seorang remaja berusia 13 tahun, berinisial (ACS), ditemukan tewas mengapung di muara Kali Dringu, Kabupaten Probolinggo. Menurut informasi remaja tersebut dilaporkan hilang selama empat hari.
Penemuan jasad korban memunculkan dugaan kejanggalan, sehingga pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian yang sebenarnya. Saat ditemukan jasad tersebut sudah dalam kondisi kaku dan sudah membusuk.
Kades Dringu, Kuryadi, mengonfirmasi bahwa jasad yang ditemukan pada Kamis (2/1/2025) adalah merupakan warganya. “Berdasarkan keterangan orang tua dan ciri-ciri fisik serta pakaian yang dikenakan, memang itu anak yang hilang empat hari lalu,” ujarnya.
Korban dilaporkan hilang sejak 30 Desember 2024, setelah terakhir terlihat sedang bermain Wi-Fi di sebuah warung dekat rumahnya. Menurut saksi mata, korban dijemput oleh seorang teman menggunakan sepeda motor metik putih.
Setelah itu, ia tidak diketahui keberadaannya. Sebelum menghilang, korban meninggalkan barang-barang berharga, termasuk ponsel dan sepeda motor, di warung tersebut.
Penemuan jasad korban yang sudah membengkak dan tersangkut di pohon mangrove di muara Kali Dringu mengundang perhatian warga setempat. Keluarga korban pun mengonfirmasi bahwa itu adalah anggota keluarganya.
“Keterangan orang tuanya, benar itu anak yang hilang empat hari lalu. Dari baju yang dikenakan dan ciri spesifik lainnya sama semua,” tutupnya.
Jenazahnya kemudian dibawa ke RSUD Dr. Saleh, Probolinggo, untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematiannya. Polisi saat ini masih mengumpulkan bukti dan informasi terkait kasus ini. Hingga saat ini, hasil penyelidikan dan autopsi belum dirilis oleh pihak berwenang. (ada/kun)






