Tuban (beritajatim.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Tuban memberikan penjelasan terkait peristiwa yang diduga angin puting beliung pada Senin (30/12/2024).
Peristiwa tersebut terjadi di Desa Bejagung dan Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, yang mengakibatkan 15 rumah mengalami kerusakan.
Hujan deras yang berlangsung sejak siang hari memuncak sekitar pukul 14.00 WIB dengan angin kencang yang menghancurkan beberapa rumah warga. Namun, BMKG belum dapat memastikan apakah angin tersebut benar-benar puting beliung.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Tuban, Zem Irianto Padama, menjelaskan bahwa laporan mengenai puting beliung berasal dari grup WhatsApp Info Bencana Tuban. Meskipun demikian, belum ada dokumentasi berupa foto atau video yang menunjukkan pusaran angin khas puting beliung.
“Kita belum bisa pastikan apakah itu benar-benar angin puting beliung atau hanya angin kencang karena tidak ada dokumentasi gambar atau video dari peristiwa tersebut,” ujar Zem.
Zem menambahkan, ciri-ciri kerusakan akibat puting beliung dan angin kencang sering kali serupa. Oleh karena itu, perlu konfirmasi lebih lanjut dari saksi mata yang berada di lokasi kejadian.
“Kalau hanya laporan foto atau video setelah kejadian, kita belum bisa memastikan apakah ini puting beliung atau bukan,” terangnya.
Ciri-Ciri Angin Puting Beliung
Zem juga menjelaskan beberapa kriteria khas angin puting beliung yang dapat membantu membedakannya dari angin kencang biasa:
- Kecepatan Angin: Lebih dari 60–90 km/jam.
- Bentuk Pusaran: Spiral menyerupai belalai gajah atau selang vacuum cleaner.
- Durasi: Singkat, biasanya kurang dari 10 menit.
- Skala Lokal: Meliputi area kecil sekitar 5–10 km.
- Waktu Kejadian: Umumnya terjadi pada siang atau sore hari, antara pukul 13.00–17.00, terutama saat masa pancaroba.
- Sulit Diprediksi: Kejadiannya sangat lokal dan biasanya muncul di bawah awan Cumulonimbus (Cb).
- Penyebab: Akibat perbedaan tekanan yang sangat besar di area kecil.
Meskipun belum ada keputusan pasti mengenai jenis angin yang terjadi, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat menghadapi cuaca ekstrem. Selain itu, BMKG bersama pihak terkait akan terus memantau perkembangan situasi untuk memberikan informasi terkini. [ayu/ian]






