Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak kurang lebih 70 orang dilibatkan dalam pencarian pemuda yang terjun ke Sungai Brantas, tepatnya di pintu air Rolak 9 Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Senin (23/12/2024) lalu. Namun tim SAR gabungan terkendali debit air Sungai Brantas.
On scene commander (OSC), Gani Wiratama mengatakan, upaya pencarian hingga Sungai Porong di Kabupaten Sidoarjo tersebut belum membuahkan hasil. “Kendala yang dihadapi tim SAR gabungan yakni debit air Sungai Brantas yang cukup tinggi,” ungkapnya, Kamis (26/12/2024).
Pihak Jasa Tirta 1 Mojokerto menyampaikan, lanjutnya, debit air Sungai Brantas di hari ketiga pencarian korban mengalami peningkatan dari 700 meter kubik per detik menjadi 800 meter kubik per detik. Dari pintu air yang sebelumnya terbuka lima menjadi terbuka tujuh.
“Melihat dari debit air dan kencangnya arus yang ada, mulai dari LKK (Lokasi Kejadian Korban) sampai dengan terakhir pencarian yakni di Sungai Porong cukup deras. Diprediksi kurang lebih korban sudah terbawa arus sungai namun kami belum bisa memastikan keberadaan korban,” katanya.
Menurutnya, upaya pencarian korban masih dilakukan hingga batas waktu pencarian maksimal tujuh hari tetapi pihaknya juga mempertimbangkan efektivitas efisiensi pencarian. Pihaknya akan melakukan evaluasi terkait pencarian di hari ketiga sebagai dasar untuk pencarian di hari selanjutnya.
“Besok, rencana akan kami susun setelah evaluasi sore ini. Setiap hari setelah dilakukan upaya pencarian, kami akan melakukan evaluasi. Dimana evaluasi ini untuk menilai seberapa efektivitas pencarian dan untuk dasar membuat operasi di hari selanjutnya,” jelasnya. [tin/but]






