Surabaya (beritajatim.com) – Satu hari menjelang Natal, 24 Desember 2024, Gunung Raung di Provinsi Jawa Timur (Jatim) meletus. Gunung ini berada di tiga wilayah administrasi kabupaten: Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi.
Gunung Raung memiliki ketinggian 3.260 meter (10.700 ft) dan secara geologi tergolong jenis gunung Stratovolcano dan bentuknya kerucut yang berada di ujung Timur Pulau Jawa. Terakhir kali Gunung Raung meletus pada Rabu, 27 Juli 2022.
Gunung Raung berada di kawasan yang berdekatan dengan Gunung Semeru: Gunung tertinggi di Pulau Jawa yang berlokasi di Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jatim.
Dari perspektif geografis, lokasi gunung ini berada dalam kawasan kompleks Pegunungan Ijen dan menjadi puncak tertinggi dari gugusan pegunungan tersebut.
Gunung Raung menjadi gunung tertinggi ketiga di Jatim, setelah Gunung Semeru dan Gunung Arjuna. Gunung ini memiliki kaldera kering terbesar kedua di antara gunung berada di Indonesia. Kaldera kering terbesar di Indonesia terletak di Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat.
Mengutip Wikipedia, Letusan Gunung Raung bertipe Strombolian: Letusan kecil tetapi terus-menerus mengeluarkan pijar. Gunung ini memiliki sistem kawah yang terbuka, yang menyebabkan lava pijar yang dihasilkan akan kembali ke dalam kawah dan kecil kemungkinan meluber keluar kaldera. Karena itu, material letusan berupa material padat dan cairan sangat panas kecil kemungkinan keluar dari mulut kawah. Material padat dan air letusan kembali ke dalam kawah.
Menurut catatan yang ada, Gunung Raung pertama kali meletus pada tahun 1586. Lalu sepanjang tahun 1593 hingga tahun, ada 20 catatan letusan Gunung Raung: Letusan pada tahun 1593, 1597, 1638, 1730, sekitar tahun 1804, 1812-1814, sekitar tahun 1815, 1817, 1838, 1849, 1859, 1860, 1864, 1881, 1885, 1890, 1896, 1897, 1902, dan 1903.
Setelah Indonesia merdeka, Gunung Raung beberapa kali meletus, di antaranya pada tahun 1953, 1955, 1956, 1971, 1973, 1974, 1975, 1976, 1977, 1978, 1982, 1985, 1987-1989, 1990, 1991, 1993, 1994, 1995, 1995(?), 1997, dan tahun 1999. Selanjutnya, pada Juli 2000, Juni-Agustus 2002, April-Oktober 2004, Juli-Agustus 2005, Agustus 2007, 19 Oktober 2012, dan Juli-oktober 2020 gunung ini mengalami erupsi.
Kawasan sekitar Gunung Raung dikenal wilayah yang subur untuk pertanian dan perkebunan. Selain lahan pertanian tanaman pangan, seperti padi dan jagung, di sekitar kawasan Gunung Raung banyak perkebunan kopi dengan kualitas sangat baik. Gunung Raung juga menjadi batas alami hidrologi yang membagi tujuh daerah aliran sungai menjadi tiga arah aliran yang berbeda: Pertama, aliran yang mengarah ke pesisir utara dan bermuara di Laut Jawa (DAS Sampean).
Selanjutnya, Kedua aliran yang mengarah ke pesisir selatan dan bermuara di Samudera Hindia (DAS Kalibaru, DAS Mayang dan DAS Bedagung). Dan ketiga adalah aliran yang mengarah ke pesisir timur dan bermuara di Selat Bali (DAS Glondong, DAS Bomo dan DAS Setail). Karena itu, ketiga kabupaten yang berada di sekitar Gunung Raung menjadi daerah sentra produksi pangan dan perkebunan di Jatim. [air]






