Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Umum Perkumpulan Guru Diniyah dan Ngaji (PGDN) Nusantara, KH Satuham Akbar berjanji akan meningkatkan kesejahteraan guru diniyah dan guru ngaji nusantara melalui perkumpulannya.
Selain mengadakan Rakernas dengan tema ‘Mempertahankan Eksistensi Guru Diniyah dan Guru Ngaji Menuju Indonesia Emas, juga dilakukan launching Koperasi PGDN Nusantara.
“Mengap kami gelar Rakernas di Jatim, karena Jatim adalah tempat kemerdekaan akan dimulai dengan Resolusi Jihad NU, NU muncul juga dari Jatim, kiai santri dan pesantren yang paling banyak ada di Jatim,” katanya saat sambutan Rakernas PGDN Nusantara di Grha Mahameru Surabaya, Senin (23/12/2024).
“Guru ngaji ini kerjanya nonstop dan kesejahteraannya masih kecil di provinsi lain, selain Indonesia. PGDN Nusantara sebagai wadah guru ngaji nasional akan terus memperjuangkan aspirasi ke pemerintah pusat,” imbuhnya.
Sekjen PGDN Nusantara, KH Muchlis Muhsin menambahkan, pihaknya berharap pemerintah pusat memberikan intervensi secara langsung untuk meningkatkan kesejahteraan para guru diniyah dan ngaji di Indonesia. “Di Jatim sudah diberikan insentif, hanya di provinsi lain belum. Kami PGDN Nusantara berharap insentif bisa dilakukan juga secara nasional,” jelasnya.
Hasil Rakernas PGDN Nusantara akan diserahkan langsung kepada Presiden RI, Prabowo Subianto. Para guru diniyah dan guru ngaji berharap pemerintah segera merespons harapan mereka demi mewujudkan Indonesia Emas yang berkeadilan.
Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif) TNI AD sekaligus Ketua Dewan Pembina PGDN Nusantara, Letjen TNI (Purn) Teguh Muji Angkasa menegaskan, pihaknya siap mewujudkan Indonesia Emas 2045 dengan mendukung program pemerintah pemberian makan bergizi gratis dari pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Khususnya bagi seluruh pengurus PGDN Nusantara, kami sudah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional. Ke depan, bangsa Indonesia harus bisa mandiri dan berdaulat. Saya akan bawa program-program PGDN Nusantara kepada Presiden Prabowo Subianto,” tuturnya.
Staf Ahli Gubernur Jatim Bidang Kemasyarakatan, Budi Raharjo menjelaskan, pemprov telah meningkatkan kesejahteraan para guru ngaji dan diniyah di Jatim. Yakni, dengan pemberian insentif dan beasiswa pendidikan hingga jenjang S3.
Sementara itu, Wagub Jatim terpilih, Emil Elestianto Dardak mengatakan, komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas pendidikan bagi guru diniyah dan guru ngaji di Jawa Timur.
“Selain mensejahterakan guru diniyah, saya berjanji akan meningkatkan beasiswa guru diniyah Jatim agar bisa menuntut ilmu hingga ke Al-Azhar Kairo,” pungkas Emil. [tok/aje]







1 Komentar
Kita sebagai orang yang beragama Islam yg tidak bisa di pisahkan dari kitab nya AL Qur’an yang di lestarikan oleh guru ngaji mengajar murid sejak kecil dan mengajar anak kecil jaman sekarang tidak mudah memang seharusnya ada yg memperhatikan