Ponorogo (Beritajatim.com) – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat STKIP PGRI Ponorogo sukses meraih juara umum kategori dewasa dalam Kejuaraan Pencak Silat Raden Mas Said Championship V yang digelar di GOR Giri Mandala, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Kejujuran itu digelar selama 3 hari mulai tanggal 16 hingga 18 Desember 2024. Delegasi kampus swasta di Ponorogo tersebut, bertanding dalam 8 kategori, meliputi 3 nomor seni tunggal IPSI, 1 nomor seni beregu, dan 4 nomor tanding.
Dari 8 kategori yang diikuti, para pesilat STKIP PGRI Ponorogo berhasil mengumpulkan lima medali emas dan satu medali perunggu. Perolehan ini mengukuhkan mereka sebagai juara umum, mengungguli tim-tim lain dari berbagai daerah.
Ketua UKM Pencak Silat, Muhammad Abdul Syaifullah, mengungkapkan bahwa persiapan menuju kejuaraan ini dilakukan secara intensif selama 1 bulan. Latihan dijadwalkan setiap Senin hingga Jumat malam, didampingi oleh 2 pelatih khusus untuk kategori tanding dan seni.
“Untuk kategori seni, fokus latihan meliputi kuda-kuda, kemantapan gerakan, tempo, dan ekspresi. Sedangkan untuk kategori beregu, kami menekankan pada kekompakan dan membangun chemistry agar gerakan terlihat maksimal dan selaras,” kata Abdul panggilan Muhammad Abdul Syaifullah, Sabtu (21/12/2024).
Sebagai bagian dari persiapan, UKM Pencak Silat juga mengadakan pemusatan latihan atau training camp. Program ini bertujuan untuk meningkatkan fisik, teknik, dan mental para pesilat.
“Pemusatan latihan ini juga menunjukkan komitmen kami untuk meraih juara,” ungkapnya.
Sementara itu pelatih tanding, Muchid Birul Walidain, menambahkan bahwa latihan fisik, teknik, dan strategi menjadi prioritas utama dalam persiapan. Sebab, peserta dalam kejuaraan ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah, bahkan ada yang tingkat nasional. Sehingga pihaknya mematangkan skill dan menguatkan mental anak-anak yang akan bertanding.
“Kejuaraan ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah, bahkan nasional, sehingga kami mempersiapkan mental dan skill anak-anak dengan matang,” katanya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Iqbal Nafi Nur Ikhram, pelatih seni, yang menyoroti tantangan dalam kategori beregu yang membutuhkan latihan lebih detail. Latihan intensif menjadi kunci untuk menyatukan gerakan dan menjaga kekompakan
“Kategori beregu memiliki penilaian dan penampilan yang sangat detail. Latihan intensif menjadi kunci untuk menyatukan gerakan dan menjaga kekompakan,” pungkas Iqbal.
Kejuaraan ini diikuti oleh sekitar 1.000 peserta dari berbagai daerah. Selain sebagai ajang untuk mengasah keterampilan bela diri. Selain itu, kejuaraan ini juga menjadi pemanasan bagi para pesilat menuju kompetisi tingkat nasional, sekaligus upaya untuk mengharumkan nama daerah masing-masing. (end/ian)






