Surabaya (beritajatim.com) – Pelatih Borneo FC, Pieter Huistra, mengkritik permainan Persebaya Surabaya yang dinilai sering mengulur waktu saat bertanding.
Hal ini diutarakan usai Borneo FC menelan kekalahan 2-1 dari Persebaya dalam laga Liga 1 yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat malam (20/12/2024).
Meski berhasil unggul lebih dulu di menit pertama, Persebaya kemudian mencetak dua gol untuk membalikkan keadaan. Kondisi ini membuat Borneo FC harus bekerja keras mengejar ketertinggalan.
Namun, menurut Huistra, permainan Persebaya yang sering jatuh di lapangan menjadi kendala bagi timnya.
“Hari ini bukan hari milik kami. Kami butuh sedikit keberuntungan. Tapi, saya mau bilang soal permainan Persebaya. Setelah mencetak gol, pemain Persebaya banyak jatuh di lapangan,” ujar Huistra.
Huistra juga mengkritik wasit yang dinilainya membiarkan situasi tersebut berlangsung, terutama di babak kedua.
“Ini situasi yang tidak bagus. Wasit juga membiarkan mereka mengulur waktu, apalagi di babak kedua, dan injury time cuma lima menit. Kalau mau sepak bola bagus, hal seperti ini harus dihentikan. Ini demi sepak bola Indonesia supaya lebih maju,” tambahnya.
Pemain Borneo FC, Leo Guntara, menyoroti kekalahan ini sebagai pelajaran untuk timnya. Ia mengapresiasi intensitas pertandingan dan komitmen rekan-rekannya yang sudah bermain maksimal.
“Hasil kurang baik untuk malam ini. Saya ucapkan selamat kepada Persebaya yang berhasil memenangkan pertandingan. Kita akan tetap bersama-sama melakukan evaluasi, berusaha berpikir positif, dan mempersiapkan diri untuk laga berikutnya,” kata Leo.
Dengan kemenangan ini, Persebaya Surabaya kokoh di puncak klasemen sementara Liga 1 dengan koleksi 37 poin dari 16 laga. Sementara itu, Borneo FC harus puas berada di posisi ketiga dengan 28 poin dari jumlah pertandingan yang sama. [way/ian]






