Pamekasan (beritajatim.com) – Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat mengapresiasi kerja keras PMI Pamekasan, bersama relawan dalam merealisasikan program Respon KLB Polio yang dipusatkan di Kelurahan Barurambat Kota (Barkot), Kecamatan Pamekasan.
Hal tersebut disampaikan Tim Monev PMI Pusat, Anggi Ardiansyah dan Dini Fitriyah disela monitoring pendampingan teknis respon KLB Polio dalam rangka cek upgrading kamar mandi di kawasan Jagalan, Barkot, Pamekasan, Kamis (19/12/2024).
“Secara prinsip kami cukup puas dengan tugas yang dilaksanakan teman-teman relawan dan pengurus PMI Pamekasan, mulai dari program sosialisasi hingga program pendampingan teknis,” kata Dini Fitriyah.
Bahkan pihaknya juga mengapresiasi atas kinerja maksimal yang ditunjukkan relawan maupun pengurus PMI Pamekasan. “Tugas teman-teman PMI Pamekasan, sangat maksimal, karena melibatkan masyarakat lokal dalam upgrading kamar mandi. Bahkan dari 11 rencana, tapi 12 kamar mandi milik warga bisa terlaksana,” ungkapnya.
“Program pendampingan dan teknis sanitasi ini kita harapkan bisa terlaksana dengan baik, termasuk pembangunan septik tank dan kamar mandi komunal (kamar mandi umum) yang masih akan kita laksanakan pada program berikutnya,” jelasnya.
Sementara Ketua PMI Pamekasan, Sigit Priyono melalui Sekretaris Hairul Saleh menyampaikan program pendampingan dan sosialiasi polio, serta sanitasi dilaksanakan di tiga kabupaten berbeda di Madura, yakni Bangkalan, Sampang dan Pamekasan.
“Program sosialisasi dan teknis KLB Polio sudah berjalan sejak beberapa waktu lalu, dan saat ini dilakukan monitoring dan evaluasi oleh tim Health PMI Pusat, yaitu Anggi Ardiansyah dan Dini Fitriyah,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga menyampaikan apresiasi terhadap atensi para relawan di instansi yang dipimpinnya yang sudah melaksanakan tugas dan kepercayaan dengan penuh tanggungjawab. “Alhamdulillah, tim monev senang karena tugas kita maksimal,” pungkasnya. [pin/aje]






