Surabaya (beritajatim.com) – Gerak Jalan Mojokerto-Suroboyo merupakan tradisi tahunan yang penuh nilai sejarah dan semangat perjuangan.
Melansir dari akun Instagram resmi Jatim Pemprov, kegiatan ini pertama kali diadakan pada tahun 1955.
Lebih dari sekadar olahraga, Gerak Jalan Mojokerto-Suroboyo memiliki makna historis mendalam sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan bangsa.
Awal Mula Gerak Jalan Mojokerto-Suroboyo
Kegiatan ini awalnya diselenggarakan untuk memperingati pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, yang menjadi salah satu momen paling heroik dalam sejarah perjuangan Indonesia.
Para pejuang dengan gagah berani mempertahankan kedaulatan bangsa dari serangan Sekutu, menjadikan peristiwa ini simbol keberanian dan semangat juang rakyat Indonesia.
Pada awal pelaksanaannya, rute gerak jalan ini tidak dimulai dari Mojokerto melainkan Pandaan menuju Surabaya. Namun, pada tahun 1959, rute dialihkan menjadi Mojokerto-Surabaya.
Perubahan ini bertahan hingga sekarang, menjadikan jarak lebih dari 50 kilometer sebagai tantangan sekaligus napak tilas perjuangan pahlawan.
Makna dan Filosofi Gerak Jalan
Gerak Jalan Mojokerto-Suroboyo bukan hanya tentang berjalan kaki menempuh jarak jauh. Setiap langkah peserta adalah simbol keberanian, semangat, dan ketangguhan yang dimiliki para pahlawan.
Peserta yang menempuh perjalanan sejauh lebih dari 50 kilometer diingatkan pada perjuangan tanpa pamrih para pahlawan yang rela mengorbankan segalanya demi kemerdekaan bangsa.
Kegiatan ini juga menjadi ajang kebersamaan bagi berbagai lapisan masyarakat. Baik pelajar, anggota organisasi, hingga komunitas, semua bergabung untuk mengenang sejarah dan menyuarakan semangat nasionalisme.
Hingga kini, Gerak Jalan Mojokerto-Suroboyo tetap menjadi acara yang ditunggu-tunggu masyarakat Jawa Timur, terutama menjelang peringatan Hari Pahlawan.
Setiap tahunnya, ribuan peserta turut serta memeriahkan kegiatan ini, menjadikannya sebagai salah satu tradisi olahraga yang sarat makna sejarah di Indonesia.
Tak hanya diikuti oleh peserta lokal, kegiatan ini juga menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah. Semangat juang yang diusung menjadi inspirasi bagi semua peserta, sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga nilai-nilai perjuangan dalam kehidupan sehari-hari. [fyi/aje]






