Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya ditahan imbang oleh Semen Padang, 0-0 di Stadion Gelanggang Olahraga Haji Agus Salim dalam lanjutan Liga 1 musim 2024/2025.
Pelatih Persebaya Paul Munster secara terang-terangan mengkritik kinerja perangkat pertandingan, termasuk VAR. “Saya ucapkan selamat kepada wasit, VAR, dan perangkat pertandingan,” ucap Munster dengan nada sarkastis dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Salah satu insiden yang menjadi sorotan adalah masalah administratif terkait pergantian pemain. Munster menjelaskan bahwa saat ingin menggantikan Riswan Lauhim, perangkat pertandingan mengklaim bahwa nama Riswan tidak terdaftar dalam Daftar Susunan Pemain (DSP).
“Tidak hanya Riswan, Kasim Botan juga tidak ada dalam kertas DSP. Bagaimana ini bisa terjadi?” ungkap Munster penuh tanda tanya.
Munster mengaku akan melaporkan pertandingan melawan Semen Padang FC ke PSSI. “Saya akan full report ke PSSI agar tidak ada pertanyaan terkait pertandingan ini,” ucapnya.
Di babak kedua, Munster mengaku Persebaya banyak dirugikan oleh wasit. Mulai soal VAR hingga perangkat perangkat pertandingan.
“Di babak kedua menit ke 35 kami bermain 10 orang pemain, ditambah 10 menit sebelumnya jadi total 45 menit kami bermain 10 orang pemain,” bebernya.
Munster kembali memberikan ucapan selamat kepada wasit, VAR dan perangkat pertandingan. “Kembali saya ucapkan selamat pada semua yang terlibat,” bebernya.
Sementara itu, gelandang muda Persebaya, Toni Firmansyah, menuturkan bahwa timnya sudah melakukan evaluasi internal bersama pelatih. “Kami fokus untuk pertandingan berikutnya. Kami akan berusaha meraih hasil maksimal,” ujar Toni dengan optimisme.
Hasil imbang ini tentu menjadi tantangan besar bagi Persebaya untuk tetap bersaing di papan atas klasemen Liga 1. Dengan beberapa laga tersisa, tim Bajol Ijo perlu memastikan setiap pertandingan berjalan maksimal demi menjaga peluang meraih target musim ini. (way/but)






