Magetan (beritajatim.com) – Ipda Anumerta Hidayat Suratnoharto asal Desa Madigondo, Kecamatan Takeran, Magetan, meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan di RS Jayapura, Jumat (13/12/2024).
Polisi yang sempat bertugas di Polres Lanny Jaya, Papua itu sebelumnya ditikam dan ditembak olah orang tidak dikenal (OTK) yang diduga merupakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat berada di sebuah warung, pada Rabu (11/12/2024).
Bambang Haryoko, Kakak Ipar Hidayat mengatakan, dirinya dan sang istri mendapat kabar dari Tuty Ariaswati, istri Hidayat. Katanya, Hidayat terkena halangan karena suatu hal.
“Pas dapat kabar itu, istrinya di Jogja menyambangi putri pertama mereka yang kuliah di Jogja. Nah, setelah itu istrinya ke Papua. Awalnya diketahui ditikam menggunakan senjata sajam, tapi kemudian ketika sudah dirujuk di RS Jayapura, ada proyektil di otak kecil. Nah, kemungkinan besar kan ditembak,” kata Bambang saat berada di rumah duka, di Desa Madigondo, Takeran, Sabtu (14/12/2024)
Bambang mengatakan, selain meninggalkan istri, Ipda Anumerta Hidayat juga meninggalkan tiga anaknya. Putri pertama sudah kuliah, putra kedua sudah lulus SMK dan menjadi atlet paralayang, dan putra ketiga masih duduk di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
“Kalau bapak yakni sudah almarhum yakni Pak Widoyoko, dan ibunya, Bu Sukarti yang tinggal di Madigondo ini. Nah, kalau istrinya jadi ASN, dan tinggal di Lanny Jaya juga. Jadi yang di sini hanya orang tuanya saja,” terang Bambang.
Diketahui, Ipda Anumerta Hidayat, merupakan putra kedua dari tiga bersaudara. Dia mendaftar menjadi Calon Tamtama pada 1998 di Papua. Sepanjang karirnya menjadi polisi, selalu bertugas di Papua hingga gugur saat bertugas.
Rencananya, jenazah Ipda Anumerta Hidayat akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Madigondo, Takeran. Terakhir, dia bertugas sebagai Kasikeu Polres Lanny Jaya Polda Papua. [fiq/ian]






