Ponorogo (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo mengintensifkan upaya penanggulangan banjir sejak akhir November 2024. Fokus utama mereka adalah membersihkan sampah di sejumlah sungai yang menjadi penyebab utama luapan air. Dengan aliran sungai yang bersih, diharapkan potensi banjir akibat air yang meluap dapat diminimalkan.
“Sejak akhir November, kami fokus membersihkan sungai dari tumpukan sampah. Salah satu penyebab banjir adalah aliran sungai yang tersumbat akibat sampah tersebut,” kata Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, Sabtu (14/12/2024).
Masun menjelaskan, kegiatan ini merupakan respons pasca banjir yang melanda beberapa wilayah di Ponorogo pada 24 November lalu. Pembersihan sungai dijadwalkan berlangsung hingga akhir Desember 2024, dengan target utama di titik-titik sungai yang sebelumnya menjadi sumber luapan air.
“Beberapa hari setelah banjir terjadi, kami langsung mengerahkan tim untuk membersihkan sampah di sungai. Pembersihan ini akan terus berlanjut hingga 30 Desember mendatang,” tambahnya.
Dalam operasi ini, BPBD Ponorogo mengerahkan tiga unit alat berat setiap harinya untuk membersihkan sungai-sungai yang menjadi prioritas. Beberapa lokasi yang sudah selesai dikerjakan meliputi wilayah Purbosuman, Carangrejo, Nampan, dan Bulak.
Sementara itu, pembersihan masih berlangsung di Desa Sendang, Kecamatan Jambon. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir di Ponorogo, terutama saat curah hujan tinggi. BPBD Ponorogo pun mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan.
“Setiap hari tiga ekskavator bekerja untuk memastikan aliran sungai kembali lancar. Saat ini, fokus kami adalah pembersihan di Desa Sendang, Kecamatan Jambon,” pungkas Masun. [end/beq]






