Blitar (beritajatim.com) – Situasi wilayah Kota Blitar utamanya yang berada di sekitar Stadion Soepriadi berangsur kondusif. Hal itu terjadi setelah puluhan suporter Persis Solo digiring pulang oleh Polres Blitar Kota dan Brimob Kediri.
Sebelumnya suporter Persis Solo terlibat saling ejek dan provokasi dengan pendukung Arema FC. Kejadian itu bermula di dalam stadion hingga meluas ke area luar usai pertandingan Arema FC dan Persis Solo berakhir.
“Kondisi saat ini sudah kondusif usai suporter Solo kita pulangkan,” tegas Kabagops Polres Blitar Kota, Kompol Agus Tri, Kamis (12/12/2024).
Total ada sekitar 40 hingga 50 suporter Persis Solo yang hadir di Stadion Soepriadi Blitar. Puluhan suporter tersebut terlibat saling ejek dan provokasi dengan Aremania (pendukung Arema).
Belum diketahui pasti apa yang menyebabkan saling ejek tersebut terjadi. Namun jika tidak dilerai maka potensi kerusuhan dan bentrokan suporter pun bisa terjadi.
“Sudah kita pulangkan, kalau soal kerugian kayaknya tidak ada cuma situasi yang terprovokasi saja,” imbuhnya.
Sebenarnya secara aturan suporter lawan dilarang untuk away. Namun hal ini nampak tidak berlaku untuk sejumlah suporter Persis Solo. Menurut polisi ada sekitar 40 hingga 50 suporter Persis Solo yang nekat datang ke kandang Arema di Blitar.
Sementara itu pertandingan lanjutan Liga 1 antara Arema vs Persis Solo sendiri berakhir dengan skor imbang 1-1. Gol Arema FC diciptakan oleh Wiliam Marcelio. Sementara Persis Solo mendapatkan penyamaan kedudukan dari gol bunuh diri Pablo Oliviera di menit 75. (owi/ian)






