Surabaya (beritajatim.com) – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) sukses melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2024 di Ruang Bromo, Kantor Pusat Bank Jatim, Surabaya. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Pj. Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, yang mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai pemegang saham pengendali, beserta jajaran dewan komisaris dan direksi Bank Jatim.
RUPSLB kali ini mengusung dua agenda utama:
- Persetujuan Aksi Korporasi Perseroan
- Penyesuaian Nomenklatur Pengurus Perseroan
Adhy Karyono menjelaskan, RUPSLB ini diselenggarakan untuk merespons POJK Nomor 12/POJK.03/2020 terkait konsolidasi bank umum. Berdasarkan aturan tersebut, bank daerah (BPD) dengan modal inti di bawah Rp3 triliun per 1 Januari 2025 akan otomatis berubah status menjadi Bank Perkreditan Rakyat (BPR).
“Status BPR akan sangat memengaruhi pemerintah maupun pemegang saham. Oleh karena itu, diperlukan pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) untuk memastikan Bank Jatim tetap berstatus BPD,” ujar Adhy.
KUB dinilai mampu meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi Bank Jatim di pasar perbankan nasional. Hingga kini, Bank Jatim telah bermitra dengan lima bank, yaitu Bank NTB Syariah, Bank Lampung, Bank Banten, Bank Sultra, dan Bank NTT. Dalam RUPSLB ini, telah disetujui penyertaan modal kepada Bank Sultra sebesar maksimal Rp100 miliar dan Bank NTT sebesar Rp50–Rp100 miliar.
Direktur Utama Bank Jatim, Busrul Iman, mengungkapkan bahwa kinerja Bank Jatim per November 2024 menunjukkan hasil positif dengan aset mencapai Rp109,09 triliun, penyaluran kredit sebesar Rp63,90 triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp87,96 triliun, dan laba Rp1,02 triliun.
“Melalui penyertaan modal lebih dari Rp300 miliar, Bank Jatim akan memperkuat sinergi melalui KUB dengan fokus pada aspek modal, bisnis, keuangan, dan teknologi. Strategi ini merupakan langkah untuk merealisasikan visi menjadi BPD No. 1 di Indonesia,” jelas Busrul.
Selain pembahasan KUB, RUPSLB juga membahas penyesuaian struktur organisasi terkait Unit Usaha Syariah (UUS). Bank Jatim akan menunjuk satu direktur yang secara khusus membawahi UUS, sesuai dengan POJK No. 12 Tahun 2023.
Komisaris Independen Bank Jatim, Sumaryono, menambahkan bahwa perubahan ini diperlukan untuk memperkuat bisnis, teknologi informasi, dan distribusi beban kerja.
“Dengan penyesuaian ini, Bank Jatim akan lebih fokus dalam menghadapi dinamika industri keuangan yang semakin kompleks,” ujar Sumaryono.
Bank Jatim terus menunjukkan komitmennya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Melalui sinergi dengan BPD lain, Bank Jatim optimis dapat menciptakan fondasi keuangan yang kokoh dan meningkatkan daya saing perbankan daerah di tingkat nasional.
Susunan Direksi Bank Jatim hasil RUPSLB 2024:
- Direktur Utama : Busrul Iman
- Direktur Bisnis Mikro, Ritel & Usaha Syariah : R. Arief Wicaksono
- Direktur Manajemen Risiko : Eko Susetyono
- Direktur IT, Digital & Operasional : Zulhelfi Abidin
- Direktur Bisnis Menengah, Korporasi & Jaringan : Arif Suhirman
- Direktur Keuangan, Treasury & Global Services : Edi Masrianto
- Direktur Kepatuhan : Umi Rodiyah
[rea/beq]






