Mojokerto (beritajatim.com) – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mojokerto mencatat selama bulan November, Kabupaten Mojokerto mengalami inflasi sebesar 0,26 persen. Salah satu komoditas penyumbang tertinggi inflasi yakni bawang merah.
Selain bawang merah, komoditas utama memberikan andil terbesar terjadinya inflasi di Kabupaten Mojokerto pada bulan November 2024 yakni daging ayam ras, emas perhiasan, bawang putih, wortel, beras, ikan dalam kaleng, tomat sayur dan sawi hijau.
Kepala Bappeda Kabupaten Mojokerto, Bambang Eko Wahyudi mengatakan, inflasi terjadi pada bulan November dipengaruhi oleh naiknya harga bawang merah. “Naiknya harga tersebut akibat pengaruh cuaca tidak menentu berakibat siklus tanam bawang merah,” ungkapnya, Sabtu (7/12/2024).
Akibat siklus tanam yang tidak menentu lantaran cuaca tersebut menghambat panen raya di beberapa wilayah produsen utama bawang merah. HHaltersebut yang kemudian menyebabkan pasokan di pasar mengalami penurunan sehingga berpengaruh terhadap harga pasaran yang mengalami kenaikan.
“Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga rata-rata dari bulan November yaitu cabai merah, telur ayam ras, terong panjang, ketela pohon, bandeng, kacang panjang, tongkol pindang, oyong atau gambas, dan buncis. Komoditas penyumbang deflasi tertinggi ialah cabai merah,” katanya.
Harga cabai merah terpantau mengalami penurunan harga di bulan November 2024. Meskipun diakui secara umum, produksi cabai dalam kondisi normal dan pasokan lancar. Namun karena daya beli berkurang, berakibat pada permintaan cabai mengalami penurunan sehingga berpengaruh terhadap harga.
Adapun untuk inflasi tahun kalender (kumulatif) Kabupaten Mojokerto dari bulan Januari 2024 hingga bulan November 2024 sebesar 1,72 persen dan laju inflasi tahun ke tahun (YoY) periode bulan November 2023 sampai bulan November 2024 sebesar 1,82 persen. [tin/ted]






