Mojokerto (beritajatim.com) – Anak Sungai Sadar yang melewati dua desa di Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Rabu (4/12/2024) malam meluap. Akibatnya dua desa tersebut yakni Desa Gayaman dan Desa Plosogede, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto kebanjiran.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim mengatakan, berdasarkan pantauan aplikasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda di wilayah Kabupaten Mojokerto cuaca terpantau hujan intensitas sedang hingga lebat.
“Sekitar pukul 15.30 WIB, di sebagian wilayah Kabupaten Mojokerto diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dengan durasi yang cukup lama. Sehingga mengakibatkan peningkatan debit air sungai yang cukup signifikan, sementara kondisi di bawah jembatan Dusun Plosogede, Desa Gebangmalang tersumbat sampah,” ungkapnya, Kamis (5/12/2024).
Masih kata Khakim, kondisi aliran anak Sungai Sadar di Desa Gebangmalang mengalami pendangkalan. Akibat curah hujan yang cukup lama tersebut mengakibatkan anak Sungai Sadar meluap dan sekitar pukul 19.30 WIB, air membanjir dua desa yang dilalui anak Sungai Sadar tersebut.
“Air meluap sekira pukul 19.30 WIB Dusun Tambakrejo, Desa Gayaman dan Dusun Plosogede, Desa Gebangmalang, Kecamatan Mojoanyar. Di Dusun Tambakrejo, Desa Gayaman ketinggian air di jalan ± 110 cm dan dalam rumah bervariasi ± 10-20 cm. Ada 8 rumah terdampak banjir luapan anak sungai sadar,” katanya.
Sementara di Dusun Plosogede, Desa Gebangmalang, lanjut Khakim, aliran anak sungai sadar tepatnya di bawah jembatan Dusun Plosogede yang menuju ke sungai sadar tersumbat oleh sampah. Aliran anak Sungai Sadar Mengalami Pendangkalan sehingga menyebabkan banjir luapan. Tim BPBD Kabupaten Mojokerto menuju ke lokasi.
“Tim melakukan assesment bersama TNI/Polri, Perangkat Desa setempat dan Potensi Relawan. Bersama warga, tim gabungan memantau perkembangan luapan Anak Sungai Sadar di dua desa tersebut, trend air banjir luapan anak Sungai Sadar mengalami penurunan secara perlahan dengan ketinggian di jalan ± 20-30 cm,” jelasnya. [tin/aje]

as a preferred source on Google




