Surabaya (beritajatim.com) – Pertandingan panas antara Persebaya Surabaya melawan Arema FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (7/12/2024), memicu perhatian tidak hanya karena rivalitasnya, tetapi juga karena kenaikan harga tiket yang dikeluhkan beberapa suporter. Salah satunya adalah Syaiful Ulum, Bonek asal Kupang Segunting, yang mengaku keberatan dengan lonjakan harga tersebut.
“Biasanya saya beli tiket bundling dengan kopi hanya Rp80 ribu. Tapi sekarang untuk kelas fans harganya naik jadi Rp125 ribu,” kata pria berusia 30 tahun itu. Ia mengaku terkejut ketika mengetahui kenaikan harga saat membeli tiket laga melawan Persija sebelumnya.
Menurut Syaiful, kenaikan harga tiket untuk big match seperti ini mungkin bisa dimaklumi, tetapi ia merasa pembelian melalui bundling seharusnya memiliki harga yang lebih terjangkau dibanding tiket reguler yang dijual di Persebaya Store.
Sementara itu, Lukman Al Hakim, Bonek asal Kupang Krajan, justru menganggap kenaikan harga ini sebagai hal wajar. “Antusiasme suporter meningkat, apalagi ini pertandingan besar. Meski sebagian Bonek tidak menganggap Arema sebagai rival utama, nyatanya atmosfer laga ini selalu berbeda,” ungkapnya.
Namun, ia menyoroti pentingnya pengamanan ekstra untuk pertandingan krusial seperti ini. “Meskipun Bonek sudah berubah lebih baik, keamanan tetap perlu ditingkatkan. Rivalitas di laga seperti ini tetap membutuhkan perhatian khusus,” ujarnya. Ia berharap pihak manajemen dan keamanan memberikan dukungan maksimal untuk menjaga kondusivitas, mengingat pengalaman musim lalu yang lebih damai.
Laga Persebaya Surabaya melawan Arema FC diprediksi akan menyedot animo besar dari suporter kedua tim. Persiapan matang di sisi keamanan dan pelayanan menjadi kunci sukses pertandingan yang ditunggu-tunggu ini. (way/kun)






