Malang (beritajatim.com) – Sejumlah infrastruktur umum di Kabupaten Malang dilaporkan banyak terjadi kerusakan, Jumat (29/11/2024), pasca-banjir luapan di sejumlah kecamatan di wilayah Malang Selatan.
Data Pusdalops BPBD Kabupaten Malang yang sudah masuk hari ini menyebut, kerusakan dampak banjir luapan menimpa Jalan penghubung Dusun Gumuk Mas RT 41 RW 08 dengan Dusun Gunung Gebang RT 39 RW 07 yang ada di Desa Karangsari, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.
Jalan penghubung antar dusun dan desa di tempat itu amblas tergerus longsoran dampak intensitas hujan cukup tinggi pada Kamis (28/11/2024) kemarin.
“Akses Jalan desa longsor dan tidak bisa dilalui kendaraan. Jalan sementara masih tutup total dan dialihkan lewat wilayah Kecamatan Pagak,” ungkap Plt Kalaksa BPBD Kabupaten Malang, Ichwanul Muslimin, Jumat (29/11/2024).
Kata Ichwanul, pihaknya sudah menurunkan lima alat berat untuk membantu proses pembersihan ke sejumlah titik banjir dan tanah longsor.
Menurut Ichwanul, lima alat berat itu sudah berada di wilayah Kecamatan Ngantang, Kecamatan Donomulyo, Kecamatan Bantur, Kecamatan Pagak, dan Kecamatan Sumbermanjing Wetan.
Ichwanul menjelaskan, ada tiga korban dalam musibah banjir. Yakni di wilayah Gedangan satu orang selamat dan satu orang meninggal dunia. Selain di Gedangan, korban hanyut juga terjadi di kecamatan Kalipare.
“Satu warga Kalipare dilaporkan hanyut. Sampai hari ini belum ditemukan,” beber Ichwanul.

Ichwanul melanjutkan, pihaknya menghimbau bagi seluruh masyarakat Kabupaten Malang, untuk meningkatkan kewaspadaannya. Mengingat saat ini masuk perilahan musim dari kemarau ke musim hujan. Sehingga, intensitas hujan deras juga disertai sambaran petir.
“Kami menghimbau agar masyarakat sementara waktu tidak mendekati saluran sungai. Bagi wisatawan juga jangan mencari tempat yang dekat sungai, air terjun maupun kawasan pantai dulu. Pengendara motor usahakan tidak berteduh dibawah pohon dan tebing apabila hujan terjadi,” pungkasnya. [yog/suf]






