Malang (beritajatim.com) – Desain “Rumpun Balai”, karya arsitek Aswin Idraprastha, dinobatkan sebagai pemenang dalam sayembara desain Kampus Universitas Brawijaya (UB) Kepanjen. Karya ini memadukan elemen futuristik dengan nuansa budaya Majapahit, menciptakan harmoni antara estetika modern dan warisan lokal.
“Kampus Vokasi Universitas Brawijaya dirancang sebagai tonggak pengembangan kampus berkelanjutan dengan memperhatikan lingkungan, sosial, dan ekonomi,” ujar Aswin.
Desainnya menggunakan elemen khas seperti atap berundak dan material terakota yang identik dengan Majapahit, memperkuat karakter lokal yang ramah lingkungan.
Sayembara yang diselenggarakan oleh DP3 UB bekerja sama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) ini menarik 241 peserta dari seluruh Indonesia. Dari 158 karya yang memenuhi syarat, lima finalis terpilih mempresentasikan ide mereka di hadapan dewan juri profesional, termasuk:
- Ar. Arya Indrajanto, IAI
- Ar. Ardji Jahya, IAI, AA
- Prof. Widodo, Ph.D., M.Sc. (Rektor UB)
- Dr. Mukhammad Kholid Mawardi, Ph.D. (Dekan Vokasi UB)
Proses penilaian melibatkan tiga aspek utama: visibilitas desain, eksplorasi nilai budaya, serta efisiensi material dan biaya.
Gedung A Vokasi akan menjadi bangunan pertama dari proyek Kampus UB Kepanjen yang mengusung konsep ramah lingkungan. Desain ini diharapkan menjadi simbol kemajuan pendidikan di wilayah tersebut.
Rektor UB, Prof. Widodo, menekankan pentingnya keselarasan antara desain dan implementasi.
“Desain di atas kertas harus diwujudkan dengan mempertimbangkan material dan kapasitas pengembang,” jelasnya.

Dekan Vokasi, Dr. Mukhammad Kholid Mawardi, menambahkan bahwa desain kampus ini mencerminkan visi UB untuk masa depan pendidikan yang hijau dan berkelanjutan.
Proyek ini direncanakan untuk ditenderkan pada akhir tahun 2024, dengan proses pembangunan dimulai pada tahun 2025. Selain memenuhi kebutuhan fungsional, desain ini juga diharapkan meningkatkan pengalaman belajar mahasiswa.
Dengan konsep futuristik yang memadukan nilai budaya dan lingkungan, Kampus UB Kepanjen diharapkan menjadi ikon pendidikan modern yang tetap menghargai warisan lokal. [dan/beq]






