Surabaya (beritajatim.com) – Relawan kotak kosong optimistis menang menghadapi paslon petahana nomor urut 01, Eri Cahyadi-Armuji, dalam Pilkada 2024.
Perasaan optimistis ini muncul setelah anggota relawan kotak kosong melakukan survei internal dengan hasil yang luar biasa. Ditambah, diberikannya ruang kolaborasi sebagai saksi TPS oleh pasangan calon Gubernur Jatim nomor urut 02.
Heru Satrio, koordinator kotak kosong sekaligus Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia [MAKI] Jatim mengatakan, saat ini dirinya sudah mengantongi suara gemuk di sejumlah lini sektor serta wilayah, 23 persen dari jumlah total suara di Surabaya.
“Dari hasil survei internal yang kami lakukan, kita bisa tembus di angka 23 persen. Serta 23 persen suara ini militan,” terang Heru dikonfirmasi, Jumat (22/11/2024).
Heru menjelaskan, 23 persen suara kotak kosong ini digalang dari sejumlah wilayah seperti halnya; pejuang Surat Ijo, warga Pamurbaya Greges Timur yang terdampak Banjir Rob, pelaku UMKM, dan komunitas Ojol asuhan MAKI, serta keluarga besarnya.
“Pertama, dari relawan pejuang surat ijo itu tidak akan bisa digoyang goyang (militan). Yang kedua, Pamurbaya, yang setiap tahunnya dilanda permasalahan Banjir Rob. Dan selain itu ada juga keluarga besar MAKI beserta irisan irisannya; dia ada pelaku UMKM, Ojol, serta juga jaringan kuasa hukum,” rincinya.
Kami yakin menang, lanjut Heru, sebab acuan kita yang lain ada di tingkat partisipasi pemilih Surabaya. Jika partisipasi pemilih kurang dari 50 persen dan kekuatan kotak kosong terus bergerak 30 persen keatas, maka dipastikan kami menang.
“Dalam Pilwalkot 2020 lalu partisipasi pemilih di Surabaya rendah, hanya sekitar 51 persen. Maka ini menjadi jelas, bahwa musuh kita hanya sekitar 51 persen,” jelasnya.
“Dan apabila kehadiran pemilih di TPS tanggal 27 November, bergerak di angka 25 – 30 persen. Dan ketika itu terjadi. Mungkin dengan sangat terpaksa saya harus deklarasi kemenangan kotak kosong,” tutup dia.
Diberitakan sebelumnya, relawan kotak kosong di Pilwalkot Surabaya telah mendapat porsi sebagai saksi TPS. Di mana mereka mendapat kesempatan tersebut dengan menggunakan ‘slot’ saksi dari Paslon Gubernur Jatim nomor urut 02, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak.
“Saksi paslon itu kan ada dua, satu saksi ini akan dipakai paslon Cagub 02. Dan satu saksi lain kami pakai untuk saksi kotak kosong di Pilwalkot Surabaya. Berjumlah 3.964 orang, sesuai jumlah total TPS yang ada di Kota Surabaya,” papar Heru. [kun]







1 Komentar
Setujuuu