Mojokerto (beritajatim.com) – Seorang pemuda tenggelam di Sungai Brantas di Desa Candiharjo, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Kamis (21/10/2024). Korban Nurdin Subiyantoro (25) tenggelam saat membersihkan enceng gondok yang nyangkut di bawah Jembatan Batang (Bangkal-Tawangsari).
Korban warga Dusun Bangkal RT 001 RW 001, Desa Candiharjo ini tenggelam sekira pukul 08.00 WIB. Saat itu, korban berenang dari tanggul sisi selatan ke utara, namun sampai di tengah Sungai Brantas korban tidak kuat berenang kemudian tubuh korban hanyut terbawah arus.
Petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto bersama Basarnas Kansar Surabaya, TNI/Polri, Potensi Relawan melakukan proses pencarian. Dalam operasi SAR Gabungan tersebut lima unit perahu diterjunkan untuk mencari keberadaan korban.
Kepala Dusun (Kadus) Brangkal, Wahyudi mengatakan, jika sang ayah membersihkan enceng gondok yang menyangkut di jembatan. “Dia (korban) nyusul ikut, sudah selesai disuruh bapaknya pulang tapi dia ngotot mau nyebrang. Di suruh bawa motor muter tidak mau, dia ke barat dan masuk air berenang,” ungkapnya.

“Iya membantu bukan bekerja dia, ± pukul 8. Tiga orang, dua orang di atas (atas jembatan), satu tenggelam tadi. Yang di atas tahu-tahunya sudah masuk air (korban). Katanya ndak minta tolong, sempat berenang dan tenggelam. Teriak-teriak masuk air. Nggak pernah (korban berenang), baru kali itu,” katanya.
Kadus menjelaskan, jika kondisi jembatan di Dusun Brangkal, Desa Candiharjo yang terbuat dari bambu tersebut sudah dilepas karena air sudah naik sehingga jembatan dilepas dan dinaikan di pinggir sungai. Korban bersama dua warga membersihkan enceng gondok yang tersangkut.
Sementara itu, Kapolsek Ngoro, Kompol Heru Purwandi menambahkan, jika korban berenang dari tanggul di sisi selatan ke utara. “Sampai di tengah sungai korban tidak kuat berenang lalu hanyut terbawa arus sungai. Sampai saat ini proses pencarian masih dilakukan, korban belum ditemukan,” tambahnya. [tin/kun]






