Surabaya (beritajatim.com) – Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) berhasil menjadi tuan rumah pertemuan kluster pemeliharaan antara Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Acara yang berlangsung di Four Points Tunjungan Hotel, Surabaya pada 7-8 Oktober 2024 ini dihadiri oleh 99 peserta pada hari pertama dan 79 peserta pada hari kedua.
Pertemuan ini menjadi wadah bagi para pelaku industri hulu minyak dan gas untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan best practice dalam bidang pemeliharaan. Tujuan utama adalah untuk meningkatkan efisiensi produksi dan mencapai target produksi nasional yang telah ditetapkan.
Dalam sambutannya, Bambang Prayoga, Kepala Divisi Produksi dan Pemeliharaan Fasilitas SKK Migas, menekankan pentingnya peran pemeliharaan dalam mencapai target produksi nasional. Beliau juga mengingatkan seluruh KKKS untuk terus berupaya meningkatkan kinerja pemeliharaan agar dapat memberikan kontribusi optimal bagi negara.
Perkasa Sinagabariang, VP Operations HCML, menambahkan bahwa pertemuan ini juga menjadi ajang untuk memperkuat komunikasi antara SKK Migas dan KKKS.
“Melalui pertemuan ini, kami berharap dapat saling belajar dan bertukar informasi, sehingga dapat meningkatkan kinerja pemeliharaan di seluruh wilayah operasi,” ujarnya.
**Inovasi Terbaru: Program MAKNA dan L-PUMA**
Salah satu topik utama yang dibahas dalam pertemuan ini adalah program MAKNA (Management of Assets and Maintenance Network Application) dan L-PUMA (Loss Production Opportunity). Program MAKNA merupakan platform digital yang dirancang untuk memudahkan berbagi informasi dan pembelajaran terkait kegiatan pemeliharaan. Sementara itu, program L-PUMA adalah sistem pelaporan yang digunakan untuk memantau dan menganalisis data downtime produksi.
Dengan adanya kedua program ini, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas kegiatan pemeliharaan di seluruh industri hulu migas.
Pertemuan ini memperkuat kerjasama antara SKK Migas dan KKKS dalam upaya meningkatkan kinerja pemeliharaan. Para peserta dapat saling berbagi pengetahuan dan pengalaman, sehingga dapat meningkatkan kualitas pemeliharaan.
Program MAKNA dan L-PUMA diharapkan dapat mendorong implementasi inovasi dalam kegiatan pemeliharaan. Dengan perbaikan sistem pemeliharaan, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi downtime.[rea]






