Kediri (beritajatim.com) – Bencana banjir dan angin puting beliung yang terjadi di Kota Kediri menarik simpati relawan kemanusiaan Suket Teki Nusantara (RSTN). Dipimpin langsung Ketua Harian RSTN Vinanda Prameswati, relawan bergerak capat menuju ke lokasi.
“Saya bersama Relawan Suket Teki Nusantara yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan ingin menyambung rasa dengan warga di Bujel. Dengan solidaritas kami, kami ingin membantu meringankan beban dengan adanya bencana puting beliung ini,” kata Mbak Vinanda, pada Senin malam (11/11/2024).
Mbak Vinanda memastikan tak ada unsur politik dalam aksinya ini. Suket Teki Nusantara sejak berdiri di tahun 2008 terus bergerak membantu masyarakat dengan semboyan khas mereka ‘Urip Sak Paran Paran Seduluran Sak Lawase’ yang artinya dapat hidup dimanapun, persaudaran dan kekeluargaan selamanya.
“Tidak ada (unsur politik). Ini yang selama ini kamu lakukan sejak 2008,” tegas Vinanda di Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.
Ada puluhan rumah warga di Lingkungan Wonosari, Kelurahan Bujel yang terdampak angin puting beliung ini. Total kerugian ada 29 rumah warga yang rusak, atap rumah jebol, genteng beterbangan dan sebagian tembok rumah hancur. Adapula sebuah warung bambu ambruk.
Epri Jayanti, Ketua RT 02 menceritakan, peristiwa itu terjadi begitu cepat. Tiba-tiba saja, di tengah guyuran hujan deras angin kencang menyapu kawasan tersebut.
“Kejadiannya cepat sekali, angin langsung menyapu atap rumah warga. Ada yang luka ringan akibat tertimpa reruntuhan atap,” tutur Epri.
Epri menambahkan, warga yang rumahnya tidak bisa ditinggali, terpaksa mengungsi ke rumah tetangganya. Sedikitnya ada empat rumah yang mengalami kerusakan parah.
“Ya sementara mereka yang rumahnya rusak parah harus ngungsi ke tetangga. Itu warung juga roboh total kena angin,” imbuhnya.
Rencananya, pagi ini para Relawan Suket Teki Nusantara juga akan kembali ke lokasi, untuk membantu mengevakuasi reruntuhan atap bangunan yang roboh. Saat ini, di lokasi kejadian listrik dipadamkan, sebagai upaya untuk mengurangi risiko bahaya. [nm/aje]






