Surabaya (beritajatim.com) – Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya mengakibatkan korban jiwa, namun juga menghentikan operasional jalur transportasi udara di beberapa kota seperti Kupang, Ende, dan Maumere.
Sebagai respon, PT Dharma Lautan Utama (DLU) berkolaborasi dengan BHS Peduli, menghadirkan moda transportasi laut untuk evakuasi warga serta penyaluran bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak.
Direktur Utama PT Dharma Lautan Utama, Erwin H. Poedjono, mengungkapkan bahwa bantuan ini didukung oleh dana Corporate Social Responsibility (CSR) Dharma Lautan Utama. “Bantuan yang diberikan berupa 10 truk, enam dari kami dan empat dari BHS Peduli, untuk mengangkut logistik dan mengevakuasi warga yang terjebak di area terdampak,” ujar Erwin, Senin (11/11/2024).
Bantuan kemanusiaan yang diangkut menggunakan kapal Dharma Rucitra VII ini telah tiba di Maumere pada Minggu malam (10/11/2024), disusul pengiriman logistik untuk pengungsi pada Senin pagi. Kapal ini juga akan mengevakuasi sekitar 400 warga menuju Surabaya, serta melewati Labuhan Bajo untuk menjemput 500 wisatawan domestik yang terisolasi.
Selain itu, PT Dharma Lautan Utama akan meluncurkan kapal tambahan, Dharma Rucitra VIII, dengan kapasitas 1.300 penumpang untuk mendukung evakuasi dari Ende dan Labuhan Bajo. “Kami berharap kapal-kapal ini tiba di Surabaya pada 14 dan 15 November mendatang,” tegas Erwin.
Kegiatan evakuasi dan pengiriman bantuan ini merupakan lanjutan dari komitmen PT Dharma Lautan Utama dalam membantu warga NTT sejak erupsi pertama Gunung Lewotobi Laki-Laki terjadi tiga minggu lalu. [tok/beq]






