Surabaya (beritajatim.com) – Ikatan Perempuan Indonesia Peduli (IPIP) memperingati Hari Pahlawan dengan mengadakan acara penghormatan bersama para istri korban KRI Nanggala 402, sebagai bentuk dukungan dan penghargaan bagi keluarga yang telah berkorban untuk bangsa.
Founder IPIP Jawa Timur, Asrilia Kurniati, menyampaikan bahwa acara ini adalah wujud perhatian dan dukungan nyata bagi para istri dan anak-anak yang ditinggalkan. “Kami ingin memberikan dorongan dan bantuan untuk keluarga yang terus berjuang melanjutkan hidup di tengah keterbatasan,” ujar Asrilia.
Winny Widiyanti, istri dari Laksamana Pertama TNI Anumerta Harry Setiawan menyebutkan, acara ini sangat berarti bagi para istri korban dalam melanjutkan hidup. “Banyak di antara kami yang harus berjuang sendiri, sebagian bekerja sebagai guru honorer atau di pemerintahan tetapi belum terdaftar di BKN. Dukungan seperti ini sangat membantu agar kami bisa mendapatkan kehidupan yang lebih layak, dan harapan kami anak-anak juga mendapat bantuan untuk pendidikan dan masa depan pekerjaan mereka,” ungkap Winny.
Dalam acara ini, anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo, turut hadir memberikan bantuan dan dukungan. Ia berkomitmen untuk membantu mencarikan akses pekerjaan yang layak bagi anak-anak korban di masa mendatang. “Kami ingin memastikan anak-anak para pahlawan ini memiliki akses pendidikan dan kesempatan kerja yang layak di masa depan,” ujarnya.
Disalurkan juga bantuan berupa sembako dan uang tunai dengan total Rp 70 juta kepada 37 keluarga korban yang hadir. Selain itu, BHS, tokoh masyarakat, menyampaikan rencana pembebasan pajak bumi dan bangunan (PBB), serta listrik hingga yang lainnya. “Kami harapkan langkah ini bisa meringankan beban mereka,” tambahnya.
Acara ini menegaskan bahwa keluarga korban KRI Nanggala 402 adalah “pahlawan modern” yang patut dihormati atas keteguhan mereka menghadapi kehidupan pasca kehilangan suami yang gugur dalam tugas menjaga perairan Indonesia.






