Malang (beritajatim.con) – Petahana Bupati Malang HM Sanusi bakal mengalokasikan dana segar bagi guru sekolah non Aparatur Sipil Negara (ASN) awal tahun 2025.
Insentif bagi guru swasta itu, diberikan calon Bupati Malang nomer urut 1, Sanusi pada tiap bulannya.
“Insentif bagi guru swasta atau non ASN sudah kita alokasikan mulai tahun depan. Guru swasta yang hanya dapat dari yayasannya Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu perbulan, nanti kita berikan tambahan Rp 500 ribu setiap bulan,” ungkap Sanusi sesuai debat publik kedua Pilkada Kabupaten Malang, Jumat (8/11/2024) malam.
Sanusi menjelaskan, guru swasta yang bakal memperoleh insentif yakni mereka yang sudah masuk data di Dapodik mulai tahun 2025 mendatang.
“Tahun depan sudah kita ajukan sebanyak 4.456 guru swasta non ASN untuk tingkat Raudhatul Anfal (RA) atau taman kanak kanak, Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau tingkat SD , Madrasah Tsanawiyah (MTs) atau setingkat SMP dan Swasta,” tegas Sanusi.
Menurut Sanusi, insentif bagi guru swasta sesuai kemampuan daerah sudah mencukupi. Mengingat, perolehan pendapatan asli daerah atau PAD Kabupaten Malang cukup meningkat selama tiga tahun terakhir hingga mencapai Rp 1 Trilyun lebih.
“Insentif bagi guru swasta kita berikan karena PAD kita sudah mencapai Rp 1 Trilyun lebih, sehingga mampu. Karena awalnya PAD kita hanya Rp 500 Milyar, dan kini sudah meningkat dalam kurun waktu tiga tahun ini. Pertahunnya PAD kita meningkat Rp 200 Milyar dari seluruh sektor yang sudah kita kerjakan,” pungkas Sanusi. (yog/ted)






