Sumenep (beritajatim.com) – Pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sumenep 2024, Fauzi-Imam (Faham) berkomitmen untuk mengangkat taraf hidup petani melalui pemanfaatan teknologi dan alat-alat pertanian modern.
Hal diungkapkan paslon ‘Faham’ dalam debat publik kedua. Menurutnya, selama 3,5 tahun kepemimpinannya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep telah berupaya memodernisasi sektor pertanian.
Salah satunya adalah distribusi alat dan mesin pertanian (Alsintan), seperti hand traktor, yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil pertanian.
“Dengan ‘hand traktor’, para petani diharapkan bisa bekerja lebih cepat dan efisien,” kata Ach. Fauzi Wongsojudo, Minggu (10/11/2024).
Ia memaparkan, sejak 2021- 2024, bantuan hand traktor mencapai 402 unit, dengan rincian 95 unit pada 2021, 113 unit pada 2022, 122 unit pada 2023, dan 72 unit pada 2024. Selain itu, 209 unit kendaraan roda tiga juga telah disalurkan untuk mendukung mobilitas petani.
Fauzi menambahkan, selain alat pertanian, Pemkab juga mendistribusikan pupuk bersubsidi melalui kelompok tani. Sejak 2022-2024, tercatat sebanyak 614.300 kilogram pupuk telah disalurkan, dengan rincian 73.800 kg pada 2022, 281.000 kg pada 2023, dan 259.000 kg pada 2024.
Fauzi mengatakan pentingnya kolaborasi dengan kelompok tani (poktan), yang merupakan ujung tombak keberhasilan program-program pertanian. Oleh karena itu, Paslon ‘Faham’ berkomitmen memperkuat Poktan melalui pemberian peralatan dan pelatihan yang tepat.
Selain itu, Fauzi juga berupaya mempromosikan penggunaan energi terbarukan, dengan menyediakan pompa air berbasis panel surya. Ini bertujuan untuk membantu petani menghemat biaya operasional dan meningkatkan efisiensi, terutama di musim kemarau ketika kesulitan air.
“Bantuan pompa air menggunakan ‘solar cell’ ini dapat mengurangi ketergantungan pada listrik, sehingga lebih efisien,” terangnya.
Paslon ‘Faham’ juga menekankan pentingnya pemanfaatan limbah pertanian. Fauzi menyebutkan bahwa salah satu program yang sudah dilaksanakan adalah pengolahan kotoran sapi menjadi biogas yang bisa digunakan sebagai pupuk organik.
“Penerapan teknologi ini akan didukung dengan pendampingan oleh penyuluh pertanian agar petani bisa mengimplementasikannya dengan baik. Harapannya tentu saja bisa meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan pertanian,” ucapnya. [tem/aje]






