Jember (beritajatim.com) – Djoko Susanto, calon wakil bupati nomor urut 2, mengkritik rendahnya jumlah pengunduh aplikasi digital Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada era pemerintahan Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman.
“Pemkab Jember telah banyak mengembangkan layanan digital. Tentu langkah ini patut kita apresiasi. Namun di sisi lain, aplikasi J-Kopi didonlod lima ribu orang, J-Keren 10 ribu orang,” kata Djoko, dalam debat pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Jember, Jawa Timur, putaran kedua, di Ball Room Cempaka Hill, Sabtu (9/11/2024) malam.
Indeks SPBE Pemkab Jember juga mendapat sorotan dari Djoko Susanto, karena hanya mendapat nilai 2,56 dan menduduki peringkat 37 dari 38 kabupaten dan kota di Jatim. “Digitalisasi tadi tidak berbasis perencanaan yang baik, karena pengguna layanan digital masih sangat rendah,” katanya.
Djoko berjanji mengintegrasikan seluruh aplikasi di Jember menjadi satu aplikasi. “Aplikasi tadi harus berbasis kemanfaatan bagi pelayanan masyarakat, karena setiap rupiah APBD yang keluar harus mencerminkan daya ungkit bagi kesejahteraan rakyat,” katanya.
Muhammad Balya Firjaun Barlaman, calon wakil bupati nomor urut 1, menyatakan Pemerintah Kabupaten Jember ingin mempermudah pelayanan kepada masyarakat nelalui sistem digital. Namun tidak semua warga Jember memahami teknologi digital.
“Karena itu untuk meningkatkan SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) agar lebih memenuhi harapan, tentu kami harus meningkatkan pemahaman dan kualitas,” kata Firjaun.
Firjaun berpendapat peningkatan SPBE harus bersamaan dengan peningkatan kualitas pendidikan dan ekonomi warga Jember. “Kita mengupayakan semaksimal mungkin di Jember tidak ada lagi anak yang tidak nmeraih pendidikan dasar,” katanya.
Pilkada Jember diikuti dua pasangan calon. Pasangan calon nomor urut 1, Hendy Siswanto-Muhammad Balya Firjaun Barlaman, diusung PDI Perjuangan, dan didukung dua partai non parlemen yakni Partai Ummat dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo).
Pasangan calon nomor urut 2, Muhammad Fawait-Djoko Susanto diusung tujuh partai parlemen di DPRD Jember, yakni Gerindra, PKB, Nasdem, PKS, Golkar, PAN, dan PPP. Selain itu ada tujuh partai nonparlemen yang juga mendukung.
Dalam debat putaran kedua ini, Komisi Pemilihan Umum Jember mengambil tema besar Strategi dan Inovasi Peningkatan Pelayanan Publik, Tata Kelola Regulasi dan Birokrasi, dengan subtema hak asasi manusia; manajemen birokrasi; korupsi, kolusi, nepotisme; infrastruktur publik; dan transportasi dan informasi. [wir]






