Jember (beritajatim.com) – Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman, pasangan calon petahana nomor urut 1, menyampaikan capaian Kabupaten Jember, Jawa Timur, di bidang hak asasi manusia dan pencegahan korupsi, dalam pidato pembuka debat pasangan calon putaran kedua pemilihan kepala daerah, Ball Room Cempaka Hill, Sabtu (9/11/2024) malam.
“Dalam periode kepemimpinan kami, Jember berhasil meraih Opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK (Badan Pemeriksa Keuangan( RI. Hal ini merupakan prestasi tertinggi yang kita capai selama ini,” kata calon bupati Hendy Siswanto.
Jember juga mendapatkan penghargaan sebagai Kabupaten peduli HAM pada 2022 dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, dan mengalami peningkatan capaian Indeks Pencegahan Korupsi berdasarkan dari Komisi Pemberantasan Korupsi RI.
Dari aspek indeks pelayanan publik, Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi memberikan nilai A dan menjadikan Kabupaten Jember sebagai yang terbaik ketiga di Jawa Timur pada 2023.
“Capaian dan keberhasilan tersebut merupakan wujud pengabdian kami kepada rakyat Jember dan kami terus berkomitmen untuk melanjutkan program ini dalam rangka pemenuhan hak rakyat Jember,” kata Hendy.
Hendy menekankan posisinya bersama Firjaun sebagai pelayan masyarakat yang membenahi sejumlah infrastruktur publik, antara lain penyediaan aplikasi Jember Kota Pintar (J-Kopi), angkutan sekolah gratis (ASG) dan angkutan siswa difabel, pusat pelaporan keselamatan publik, pembangunan jalan kabupaten sepanjang lebih dari dua ribu kilometer dan 58 Jembatan, perbaikan jalan desa dan jalan lingkungan, dan pemasangan penerangan jalan umum.
“Jadi kami sudah memberi banyak bukti. Untuk apa memilih yang cuma bisa janji-janji? rugi dong,” kata Hendy.
Hendy Siswanto-Muhammad Balya Firjaun Barlaman yang diusung PDI Perjuangan, dan didukung dua partai non parlemen yakni Partai Ummat dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo).
Lawan debat mereka, Muhammad Fawait-Djoko Susanto diusung tujuh partai parlemen di DPRD Jember, yakni Gerindra, PKB, Nasdem, PKS, Golkar, PAN, dan PPP. Selain itu ada tujuh partai nonparlemen yang juga mendukung.
Tema besar debat putaran kedua adalah Strategi dan Inovasi Peningkatan Pelayanan Publik, Tata Kelola Regulasi dan Birokrasi, dengan subtema hak asasi manusia; manajemen birokrasi; korupsi, kolusi, nepotisme; infrastruktur publik; dan transportasi dan informasi. [wir]






