Surabaya (beritajatim.com) – Beternak lele merupakan usaha yang menjanjikan, tetapi ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan saat menebar bibit lele agar bibit tersebut dapat tumbuh optimal dan terhindar dari kematian massal.
Berikut ini empat tips utama yang wajib dilakukan sebelum menebar bibit lele di kolam.
1. Pastikan Air Siap untuk Ternak
Air kolam yang digunakan untuk menebar bibit lele harus sudah “matang.” Air yang belum siap, seperti air yang mengandung kaporit atau bahan kimia berbahaya, dapat menyebabkan kematian massal pada bibit lele.
Pastikan kolam memiliki kandungan fitoplankton atau pakan alami yang cukup untuk mendukung kehidupan lele. Fitoplankton tidak hanya menyediakan sumber makanan alami, tetapi juga membantu menstabilkan ekosistem kolam.
Cara lain untuk memastikan air kolam siap adalah dengan membiarkan air terpapar sinar matahari selama beberapa hari untuk mengurangi kadar zat kimia yang berbahaya.
2. Tebar Bibit di Pagi atau Sore Hari
Menebar bibit lele pada siang hari tidak disarankan karena suhu yang tinggi dapat menyebabkan stres pada bibit. Suhu yang ideal untuk penebaran adalah pagi hari (sekitar pukul 07.00-09.00) atau sore hari (sekitar pukul 15.30-17.00).
Kondisi suhu yang lebih sejuk pada pagi dan sore hari membantu bibit lele untuk beradaptasi tanpa mengalami stres berlebih, sehingga peluang hidupnya pun lebih besar.
3. Aklimatisasi dan Disinfeksi Bibit
Sebelum bibit lele ditebar, lakukan aklimatisasi dengan cara merendam wadah bibit ke dalam kolam selama 15 menit. Proses aklimatisasi ini membantu bibit beradaptasi dengan suhu dan kondisi air kolam.
Selain itu, lakukan juga disinfeksi dengan mencelupkan bibit ke dalam larutan Kalium Permanganat (PK) yang telah diencerkan. Disinfeksi ini berfungsi untuk membunuh bakteri atau patogen yang mungkin ada pada bibit lele, sehingga risiko penyebaran penyakit di kolam bisa diminimalisir.
4. Bibit Lele Wajib Puasa
Bibit lele sebaiknya dipuasakan selama sehari setelah penebaran. Hal ini bertujuan untuk mencegah bibit mengalami stres pencernaan.
Jika bibit langsung diberi makan, dikhawatirkan mereka akan memuntahkan kembali pakan karena masih dalam proses adaptasi terhadap lingkungan kolam yang baru. Memuasakan bibit lele juga membantu mencegah pencemaran air kolam akibat sisa pakan yang tidak tercerna dengan baik.
Dengan menerapkan keempat tips di atas, para peternak lele dapat mencegah kematian massal bibit lele dan meningkatkan peluang keberhasilan dalam budidaya lele. Perawatan awal ini penting untuk memastikan bibit lele dapat beradaptasi dengan baik dan tumbuh dengan sehat. [fyi/aje]






