Jakarta (beritajatim.com) – J Trust Bank kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dengan menanam 3.000 pohon mangrove di Tanjung Pasir Mangrove Center, Kabupaten Tangerang, sebagai bagian dari partisipasinya dalam Aksi Muda Jaga Iklim (AMJI) 2024. Pada puncak acara AMJI yang diadakan serentak di 1.285 lokasi pada 26 Oktober lalu, sebanyak 65.000 anak muda di seluruh Indonesia turut serta memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-96 melalui aksi nyata untuk menghadapi perubahan iklim.
Inisiatif ini juga menjadi salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan J Trust Bank untuk mendukung upaya dekarbonisasi, dengan menanam mangrove yang berperan penting dalam menyerap karbon. Selain menanam 3.000 pohon mangrove, relawan karyawan J Trust Bank juga turut menyemai 5.000 bibit mangrove dan melakukan aksi bersih-bersih sampah di pesisir pantai Tanjung Pasir.
“J Trust Bank mendukung capaian target Net Zero Emission Indonesia tahun 2050. Langkah sederhana namun berdampak yang kami lakukan salah satunya melalui penanaman mangrove. Seperti yang kita ketahui, mangrove memiliki kemampuan menyerap karbon yang istimewa serta memiliki peran penting bagi ekosistem laut, pesisir, dan darat,” ujar Ridyawan Amnar, Corporate Secretary Division Head J Trust Bank.
Penanaman mangrove ini menjadi bagian dari Pilar Lingkungan dalam tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) J Trust Bank. Dengan terlibat dalam AMJI untuk kedua kalinya, J Trust Bank berharap dapat mendorong peran serta sektor swasta dalam menjaga lingkungan dan menghadapi krisis iklim secara lebih luas.
Koordinator Nasional Penjaga Laut, Erwin Falufi Irianti, yang juga terlibat dalam AMJI, mengungkapkan bahwa banyak anak muda di Indonesia memiliki kepedulian terhadap isu perubahan iklim namun membutuhkan wadah untuk bergerak bersama. “Kami merasa perlu adanya aksi yang berkelanjutan dengan motor penggeraknya adalah anak-anak muda. AMJI mengedepankan aksi nyata dalam isu lingkungan sekitar,” ujar Erwin.
Selain penanaman mangrove, rangkaian kegiatan AMJI 2024 mencakup berbagai aksi lingkungan lainnya, seperti melepas tukik, mengadopsi anakan koral, serta diskusi tentang dampak pemanasan global. Seluruh rangkaian acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak muda akan krisis iklim serta mendorong tindakan nyata di tingkat lokal. [beq]






