Jakarta (beritajatim.com) – Ketua KONI Pusat Marciano Norman mengungkapkan, Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 akan difokuskan pada cabang-cabang olahraga yang diakui dalam Olimpiade.
“(PON) nanti kita mulai mengarah cabang olahraga yang dipertandingkan adalah cabang olahraga Olimpiade. Jadi nanti jumlahnya tidak banyak di PON,” kata Marciano Norman pada Minggu (3/11/2024)
Ia menjelaskan, PON 2028, yang akan diselenggarakan di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat, akan ditingkatkan dari segi kualitas, dengan adanya standar tertentu bagi atlet yang akan berlaga.
Cabang olahraga yang dipertandingkan juga akan lebih terfokus sesuai dengan sasaran Indonesia di kancah dunia.
Meski demikian, KONI akan tetap memberikan wadah bagi cabang-cabang olahraga yang tidak berlaga di PON. Mereka dapat berpartisipasi dalam ajang bergengsi lainnya, seperti Pekan Olahraga Bela Diri Nasional (Indonesia Martial Art Games/IMAG), Pekan Olahraga Pantai Nasional (Indonesia Beach Games), Pekan Olahraga Indoor (Indonesia Indoor Games), dan PON Remaja (Indonesia Youth Games).
Ajang-ajang tersebut merupakan inovasi dari KONI Pusat, yang akan diselenggarakan di tingkat kabupaten/kota setiap dua tahun.
Lebih lanjut, Marciano menyatakan bahwa pihaknya akan mendorong tata kelola organisasi anggota di tingkat pusat hingga daerah agar semakin baik. Hal ini bertujuan agar program pembinaan menjadi lebih produktif dalam menghasilkan atlet berkualitas.
“Apabila atlet di tingkat kabupaten/kota sudah baik, maka yang dipertandingkan di tingkat provinsi serta menjadi juara merupakan atlet yang betul-betul terbaik,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa KONI akan fokus untuk menata kembali kejuaraan-kejuaraan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, agar pada tingkat nasional di PON dapat melahirkan juara dengan prestasi berstandar internasional.
“Jangan atlet jadi juara nasional tapi hasilnya jauh dari standar yang kita harapkan,” tegasnya. [faw/aje]






