Solok (beritajatim.com) – Kampung Berseri Astra (KBA) di Jorong Tabek, Nagari Talang Babungo, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, berhasil menarik perhatian dengan inovasi budidaya maggot sebagai bagian dari program ekonomi berkelanjutan. Tidak hanya menjadi destinasi wisata yang menarik, KBA Talang Babungo juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui pengelolaan limbah organik dan peningkatan ekonomi lokal.
Program KBA adalah inisiatif dari PT Astra International Tbk yang bertujuan membangun desa yang berfokus pada empat pilar: pendidikan, kewirausahaan, lingkungan, dan kesehatan. Melalui kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat, KBA Talang Babungo menciptakan lingkungan yang lebih sehat, bersih, dan produktif, yang terlihat jelas dari pengelolaan lingkungan, termasuk penataan jalan dan taman yang menarik wisatawan.
Inovasi Budidaya Maggot: Peluang Ekonomi Baru
Salah satu program unggulan di KBA Talang Babungo adalah budidaya maggot, yang berfungsi sebagai solusi pengelolaan limbah organik dan menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat. Maggot yang dibudidayakan ini dijual sebagai pakan ternak, terutama untuk unggas, yang dibutuhkan oleh peternak lokal. Selain mengurangi volume sampah organik, kegiatan ini juga meningkatkan produktivitas peternakan warga sekitar, menjadikannya inovasi yang menguntungkan secara lingkungan dan ekonomi.
Ketua KBA, Kasri Satra, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya memberikan solusi praktis tetapi juga edukatif.
“Budidaya maggot tidak hanya menjadi solusi sampah organik, tetapi juga meningkatkan ekonomi warga. Ini merupakan contoh konkret bagaimana inovasi sederhana bisa berdampak besar bagi masyarakat,” jelas Kasri. Upaya ini telah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah dan pemberdayaan ekonomi, sekaligus membuka potensi wisata edukatif.
Pengembangan Lainnya: Rumah Pintar dan Pengolahan Tebu
Selain budidaya maggot, KBA Talang Babungo juga memiliki Rumah Pintar sebagai pusat edukasi dan budaya yang menjadi tempat belajar generasi muda. Di sini, anak-anak dan remaja mendapat akses pendidikan informal dan pelatihan keterampilan. Dengan dukungan lebih dari 600 relawan, Rumah Pintar ini telah berkembang menjadi pusat aktivitas positif yang memperkuat komunitas.
Program lainnya termasuk pengolahan tebu menjadi gula semut menggunakan mesin semi-modern. Produk ini tidak hanya memberi nilai tambah bagi petani tebu di Tabek, tetapi juga memperkenalkan produk lokal ke pasar yang lebih luas. Para petani kini dapat mengolah hasil tebu dengan lebih efisien, yang berdampak langsung pada peningkatan pendapatan mereka.
KBA Talang Babungo: Destinasi Wisata Edukatif dan Inspiratif
Sejak transformasinya, KBA Talang Babungo tidak hanya menjadi tempat wisata tetapi juga inspirasi bagi masyarakat luas. Pengunjung yang datang dapat menikmati keindahan alam serta belajar tentang inovasi pengelolaan sampah dan program sosial. Keberhasilan KBA ini menunjukkan bagaimana kolaborasi yang baik antara perusahaan dan masyarakat mampu menciptakan lingkungan yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Talang Babungo telah menjadi contoh nyata bahwa inovasi dan pemberdayaan dapat berjalan beriringan, memberi manfaat bagi komunitas, lingkungan, dan pengembangan ekonomi secara berkelanjutan. [beq]






