Pasuruan (beritajatim.com) – Menjelang debat perdana pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Pasuruan, sejumlah masyarakat pendukung kotak kosong mulai mencuat. Pasalnya kali ini para pendukung mulai melakukan pemasangan banner dan spanduk di beberapa titik di Kota Pasuruan.
Beberapa banner bertulisan masyarakat pendukung kotak kosong ini pertama kali muncul di Kelurahan Sebani, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan. Banner dengan panjang kurang lebih empat meter dan tinggi satu setengah meter ini membentang dengan bertuliskan ‘Kawasan Area Kotak Kosong’.
Ayi Suhaya selalu Ketua relawan kotak kosong menyampaikan, kegiatan sosialisasi terus dilakukan untuk menyuarakan ketidakpuasanya akan demokrasi di kota kelahirannya, yang saat ini pesta demokrasi dikuasai oleh sekelompok orang.
“Simbul ketidakseriusan dalam Pilwali tahun ini, hanya 1 calon saja yang maju lainnya mana padahal partai besar cukup berkuasa,” kata Ayi, Sabtu (02/11).
Sosialisasi ini dilakukan bukan untuk mengajak masyarakat Golput, melainkan tetap memilih pada kotak kosong apabila tidak sesuai dengan hati nurani dalam pilihan nanti.
“Kita tetap mengajak masyarakat memilih pada pemilihan nanti, kalau tidak suka pada Paslon bisa memilih kotak kosong,” ujarnya.
Hingga saat ini bersama rekan-rekannya yang sama-sama memperjuangkan Kota Pasuruan, rela mengeluarkan dana pribadi untuk melakukan sosialisasi, di mana KPU tidak dapat menyediakan alat peraga kampanye seperti pada Paslon yang ada.
“Kita sama-sama mengeluarkan uang pribadi untuk sosialisasi di masyarakat, soalnya KPU tidak bisa menyediakan APK untuk kotak kosong,” pungkas Ayi. (ada/ian)






