Malang (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Malang menargetkan angka kemiskinan di wilayahnya turun menjadi 3,36 persen pada 2026. Merujuk data Bapeda Kota Malang, angka eksisting kemiskinan saat ini 3,91 persen pada semester pertama 2024 ini.
“Harus kolaborasi, seperti yang dilakukan Pj Wali Kota dengan cara mengentaskan kemiskinan melalui Tanggungjawab Sosial Perusahaan. Hal itu dilakukan supaya anggaran tidak hanya dari APBD aja. APBD kan terbatas,” ujar Kepala Bappeda Kota Malang, Dwi Rahayu, Kamis (31/10/2024).
Angka kemiskinan di Kota Malang kini cenderung menurun sejak 2022. Angka kemisikanan sempat mengalami fluktuatif saat awal pandemi Covid-19. Dimana pada Tahun 2020 angka kemiskinan meningkat menjadi 4,44 persen, lalu naik lagi ke 4,62 persen pada 2021. Namun terus menurun sejak 2022 dan kini diangka 3,36 persen.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Kota Malang pada tahun 2024 mencapai 38,840 jiwa. Jumlah ini mengalami penurunan sebanyak 2,940 jiwa dibandingkan tahun 2023.
“Setiap OPD (Organisasi Perangkat Daerah) memiliki program penurunan angka kemiskinan untuk membantu penanganan kemiskinan,” ujarnya.
Berdasarkan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kota Malang tahun 2024-2026, target angka kemiskinan yang diharapkan berada di kisaran 3,66 hingga 4,45 persen. Pemkot Malang berharap sinergi baik terus terjalin agar target minimal 3,66 persen tercapai di 2026.
Setidaknya ada 3 strategi utama penanggulangan kemiskinan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Alokasi dana yang disiapkan sebesar Rp638,922 miliar pada perubahan anggaran tahun 2024.
Tiga program prioritas pertama pengurangan beban pengeluaran masyarakat yang dianggarkan Rp555 miliar. Kedua program peningkatan pendapatan masyarakat yang dianggarkan Rp29,8 miliar. Ketiga program penurunan jumlah kantong kemiskinan yang dianggarkan Rp40,9 miliar. [luc/suf]






