Surabaya (beritajatim.com) – Warganet sedang ramai membahas tentang akun Instagram baru yang mengatasnamakan Republik Indonesia.
Diduga mulai hari ini, Selasa (29/10/2024), Negara Kesatuan Republik Indonesia telah memiliki akun Instagram resmi dengan username @republikindonesia.
Adapun dalam bio Instagram-nya, tertulis, “Akun resmi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dikelola oleh Kantor Komunikasi Kepresidenan.”
Dalam unggahan pertamanya tampak akun Republik Indonesia tersebut mengunggah foto bendera merah putih yang tengah berkibar. Dengan disertai lagu Rayuan Pulau Kelapa yang dibawakan oleh penyanyi Waldjinah.
Baru beberapa menit saja dibuat, akun dengan foto profil merah putih tersebut sudah mencapai ribuan followers dan diperkirakan akan terus bertambah.
Warganet pun tampak tertarik menanggapi adanya akun tersebut.
“Saya ikut komen di postingan pertama Instagram NKRI 🫡🇮🇩,” tulis (et) wahabun***.
Ada pula warganet yang memberikan saran terkait unggahan-unggahan yang akan dipublikasikan ke depannya.
“Aku padamu negeri ku tercinta, tolong min update-nya tentang sejarah, promosi wisata, keberagaman Indonesia, dan makanan berbagai macam yang unik yang ada di Nusantara,” saran (et) sandi***.
Bahkan ada juga yang penasaran jika dalam waktu dekat akan adanya akun-akun baru di pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Deg deg an habis ini ada akun baru apalagi nih,” tanya (et) sewad***.
Karena sebelumnya banyak yang menyarankan untuk membuat kanal YouTube.
Warganet pun ramai-ramai kembali menyarankan hal yang sama.
“Sekalian bikin YouTube, nanti adsensenya untuk kas negara,” ujar (et) zuol***.
Meski akun ini telah bercentang biru dan menuai banyak dukungan, sejumlah warganet masih mempertanyakan keaslian akun @republikindonesia sebagai akun resmi pemerintah Indonesia.
Terlebih karena kehadiran akun Instagram dengan nama @republikindonesia menarik perhatian besar dari warganet.
Sehingga jika benar akun ini dikelola oleh pemerintah, diharapkan dapat menjadi media yang efektif untuk menyampaikan informasi seputar kegiatan kenegaraan, sejarah, hingga promosi wisata Indonesia.
Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah mengenai keberadaan akun tersebut. Tentunya verifikasi dari pemerintah tetap diperlukan agar masyarakat yakin dengan keaslian akun tersebut. (fyi/ian)





