Surabaya (beritajatim.com) – Suasana kompetisi begitu terasa di Tunjungan Convention Center, Surabaya. Lebih dari 1.500 siswa dari 90 sekolah dasar dan menengah pertama se-Surabaya beradu kemampuan dalam ajang EF Spelling Bee Regional Competition ke-17.
Kompetisi mengeja Bahasa Inggris terbesar di Surabaya ini kembali digelar untuk mencari talenta-talenta muda yang mahir dalam berbahasa Inggris.
“Kami sangat antusias melihat antusiasme peserta yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Ini membuktikan bahwa minat masyarakat Surabaya terhadap pembelajaran Bahasa Inggris semakin tinggi,” jelas Dewi Suryadi Team Leader EF Region Surabaya, Minggu (27/10/2024).
Peserta dibagi menjadi empat kategori berdasarkan jenjang kelas, yaitu: Grup A untuk Kelas 1-2 SD. Grup B untuk Kelas 3-4 SD dan Grup C untuk Kelas 5-6 SD. Serta Grup D untuk Kelas 7-9 SMP.
Masing-masing peserta akan diuji kemampuan mengejanya dengan kata-kata Bahasa Inggris yang semakin sulit. Tiga pemenang dari setiap kategori akan mewakili Surabaya untuk berkompetisi di tingkat nasional pada 19 Januari 2025 di Jakarta.
Selain menjadi ajang kompetisi, EF Spelling Bee juga menjadi wadah bagi siswa-siswi untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan berbahasa Inggris mereka.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memotivasi siswa untuk terus belajar dan mengasah kemampuan Bahasa Inggris mereka,” tambah Dewi.
Para pemenang tidak hanya akan mendapatkan gelar juara, tetapi juga hadiah menarik berupa uang tunai, voucher kursus dari EF English First, dan hadiah lainnya.
Acara EF Spelling Bee Regional Competition terbuka untuk umum. Masyarakat Surabaya dapat menyaksikan langsung perjuangan para peserta dalam memperebutkan gelar juara. Selain itu, panitia juga menyediakan berbagai doorprize menarik untuk para penonton.
Bagi peserta baru yang mendaftar di EF English First pada hari pelaksanaan acara, akan mendapatkan diskon khusus sebesar Rp3.200.000.
“Melalui acara ini, kami ingin menunjukkan bahwa Bahasa Inggris sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama di era globalisasi. Dengan menguasai Bahasa Inggris, siswa akan memiliki peluang yang lebih besar untuk meraih kesuksesan di masa depan,” tandas Dewi.[rea/aje]






