Jember (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jember, Jawa Timur, menggelar debat perdana antarkandidat pasangan calon kepala daerah dan wakil daerah, di New Sari Utama Ball Room, Sabtu (26/10/2024) malam.
Tema debat perdana ini adalah Penguatan Pembangunan dan Pemenuhan Kebutuhan Dasar Masyarakat Kabupaten Jember. Ada lima subtema yang diambil, yakni kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan, keberlanjutan ekologi dan energi, dan pengangguran maupun lapangan pekerjaan.
Dua pasangan calon yang akan berhadapan adalah Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman yang diusung oleh PDI Perjuangan, serta Muhammad Fawait dan Djoko Susanto yang diusung koalisi Gerindra, PKB, PKS, Nasdem, Golkar, PPP, dan PAN.
Ketua KPU Jember Dessi Anggraeni mengatakan, setiap pasangan calon diperbolehkan mengikutsertakan seratus orang pendukung. “Tapi mereka tidak boleh membawa alat peraga kampanye atau bahan kampanye,” katanya.
Sementara khusus untuk pasangan calon, mereka diperbolehkan membawa catatan. Namun mereka tidak boleh menyampaikan pertanyaan dalam bentuk akronim atau istilah asing.
Melalui debat antarkandidat ini, Hendy Siswanto berharap bisa meyakinkan masyarakat Jember untuk mengizinkannya dan Firjaun menjadi bupati dan wakil bupati kembali hingga lima tahun mendatang. Ia ingin menyempurnakan semua kekurangan, karena hanya memimpin Jember selama 3,5 tahun dengan tahun pertama harus menghadapi pandemi Covid.
Hendy menegaskan, debat antarkandidat ini adalah pendidikan demokrasi yang bisa membuka hati nurani masyarakat pemilih. “Anggaran pilkada ini berasal dari masyarakat. Mereka berbelanja untuk berdemokrasi,” katanya.
Sementara itu, Fawait berharap bisa menyampaikan penjelasan secara jujur dan apa adanya. “Yang terpenting dalam melayani masyarakat adalah ketulusan dan kedekatan, bukan hanya jargon politik belaka,” katanya. [wir]






