Jakarta (beritajatim.com) – Maraknya kasus cybercrime di Indonesia telah menjadi perhatian serius berbagai pihak di industri digital, mulai dari konsumen hingga otoritas terkait. Berdasarkan laporan Surfshark, lebih dari 97 juta akun di Indonesia mengalami kebocoran data antara tahun 2020 hingga 2024, menempatkan Indonesia di peringkat ke-8 secara global. Hal ini mempertegas urgensi peningkatan keamanan siber dan kewaspadaan dalam mengelola informasi di berbagai sektor.
Sebuah survei oleh PricewaterhouseCoopers (PwC) juga menunjukkan bahwa cybercrime menjadi kejahatan yang paling sering dialami oleh organisasi bisnis dan non-bisnis, termasuk di Indonesia. Dari 1.296 pemimpin bisnis di 63 negara yang disurvei, ancaman cybercrime hampir sama dengan kasus penipuan pelanggan dan penyalahgunaan aset.
Sebagai bentuk tanggapan terhadap ancaman ini, Blibli mengambil langkah signifikan dengan meraih sertifikasi ISO/IEC 27001 dan ISO 27701. Sertifikasi ini menjadi tolak ukur internasional dalam pengelolaan Sistem Manajemen Privasi Informasi dan kontrol perlindungan data pribadi.
Manager IT Governance, Risk, Compliance and Data Governance (IT GRCD) di Blibli, Yosua Sugianto, menegaskan bahwa sertifikasi ISO 27701 merupakan komitmen perusahaan dalam melindungi data pribadi pelanggan sesuai dengan standar internasional. Melalui penerapan sistem manajemen privasi yang kuat, Blibli memastikan keamanan data pelanggan dengan standar yang tinggi.
“Langkah ini tidak hanya menjamin keamanan informasi, tetapi juga meningkatkan kepercayaan pelanggan dan menjaga integritas data di setiap proses bisnis,” kata Yosua.
Langkah Blibli ini juga sejalan dengan penerapan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), yang mewajibkan perusahaan untuk mendapatkan izin dari konsumen sebelum mengelola data pribadi mereka.
Blibli juga menerapkan prinsip Privacy by Design dalam melindungi data pribadi pelanggan melalui enam aspek utama:
- Proactive not Reactive – Perlindungan data pribadi secara proaktif dalam setiap proses bisnis.
- Privacy as the Default Setting – Pembatasan pengumpulan data sesuai dengan kebijakan privasi.
- Privacy Embedded into Design – Integrasi aspek privasi dalam desain sistem teknologi.
- Positive Sum – Layanan omnichannel tanpa mengorbankan keamanan data pribadi.
- Visibility on Privacy – Transparansi kebijakan privasi yang dapat diakses publik.
- Respect for User Privacy – Layanan pelanggan 24/7 untuk mendukung transparansi pengelolaan data.
Dengan sertifikasi ini, Blibli mempertegas posisinya sebagai perusahaan yang bertanggung jawab dalam tata kelola data dan menunjukkan kepatuhan terhadap regulasi perlindungan data yang berlaku. [beq]






