Malang (beritajatim.com) – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkuçeçwara menggelar prosesi wisuda ke-76 pada Sabtu (19/10/2024) di halaman depan kampus. Dalam kesempatan ini, salah satu mahasiswa berprestasi yang sudah bekerja sebelum resmi diwisuda, Kharisma Nur Shinta, menjadi sorotan.
Kharisma Nur Shinta, atau akrab disapa Kayis, adalah mahasiswa penerima KIP (Kartu Indonesia Pintar) Kuliah yang telah berhasil membuktikan bahwa keterbatasan finansial bukan halangan untuk meraih kesuksesan. Kayis bahkan sudah bekerja di dua tempat berbeda sebelum ia diwisuda.
“Saya mulai bekerja sejak semester 7, tepatnya pada bulan Februari. Saya tidak memiliki nilai akademis tertinggi, tapi saya mengandalkan kemampuan dan pengalaman yang saya dapatkan di kampus,” ujar Kayis. Selain menjadi content creator, Kayis juga bekerja sebagai host live streaming di dua perusahaan berbeda.
Kayis mengakui bahwa atmosfer kampus STIE Malangkuçeçwara sangat mendukung pengembangan potensi mahasiswanya. Kampus tidak hanya berfokus pada akademis, tetapi juga memberikan kesempatan untuk mengembangkan soft skill seperti public speaking, yang ia peroleh melalui berbagai kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), termasuk UKM kerohanian Islam dan pengalaman sebagai MC di berbagai acara.
“Saya juga aktif di berbagai UKM, yang membuat saya lebih percaya diri dan mampu berbicara di depan umum. Kampus ini benar-benar membantu mahasiswa untuk menyiapkan diri masuk ke dunia kerja sebelum wisuda,” tambah wisudawan yang pernah menjadi Wakil Ketua Umum 2 UKM Kerohanian Islam STIE Malangkuçeçwara.
Ketua STIE Malangkuçeçwara, Drs. Bunyamin, M.M., Ph.D, mengungkapkan bahwa saat ini, lebih dari 16% lulusan STIE Malangkuçeçwara telah bekerja sebelum resmi diwisuda, dan angka sebenarnya bisa lebih tinggi. “Ini adalah data kasar, saat gladi bersih saja, ternyata sudah 16 sampai 18% yang bekerja. Keterserapan lulusan di dunia kerja atau employability adalah hal yang kami prioritaskan,” ungkapnya.

Menurut Bunyamin, kesuksesan ini tidak lepas dari komitmen kampus dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki soft skills yang kuat. “Kami memastikan bahwa setiap rencana pembelajaran semester selalu memuat aspek sikap (attitude), yang dinilai sama pentingnya dengan pengetahuan dan keterampilan (knowledge dan skills),” jelasnya.
Bunyamin juga menegaskan bahwa perubahan nomenklatur gelar di STIE Malangkuçeçwara yang dimulai pada wisuda tahun ini turut memperkuat identitas lulusan. Lulusan program studi Akuntansi kini mendapatkan gelar S.Ak (Sarjana Akuntansi), sementara lulusan Manajemen Bisnis memperoleh gelar S.MBis (Sarjana Manajemen Bisnis), menggantikan gelar umum S.E (Sarjana Ekonomi).
Kehadiran dosen praktisi di STIE Malangkuçeçwara juga memberikan nilai tambah bagi mahasiswa. “Sebagian besar dosen di sini adalah praktisi sehingga mereka tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing mahasiswa dengan pengalaman nyata dari dunia kerja,” tambahnya.
Prosesi wisuda ke-76 STIE Malangkuçeçwara tidak hanya menjadi ajang perayaan akademik, tetapi juga bukti kesiapan para lulusan untuk terjun ke dunia kerja. Lulusan STIE Malangkuçeçwara, kata Bunyamin, mengedepankan kombinasi antara hardskill dan softskill yang matang sehingga siap terjun ke dunia kerja dunia industri. (dan/ian)






