Pacitan (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pacitan akan menggelar serangkaian debat untuk calon bupati dan wakil bupati pada masa kampanye pada Oktober dan November mendatang. Debat pertama dijadwalkan berlangsung pada tanggal 19 Oktober, dengan tema “Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan Memajukan Daerah”, bertempat di halaman kantor KPU Pacitan.
“Debat kami agendakan selama 3 kali. Dengan debat pertama pada 19 Oktober, yang kedua pada 2 November, dan yang terakhir pada tanggal 16 November.” kata Ketua KPU Pacitan, Aswika Budhy Arfandy, Sabtu (19/10/2024).
Pada debat kedua, akan diangkat tema “Meningkatkan Pelayanan kepada Masyarakat dan Menyelesaikan Persoalan Daerah”, sedangkan debat ketiga akan membahas tema “Menyerasikan Pembangunan Daerah Kabupaten, Provinsi, dan Nasional serta Memperkokoh NKRI dan Kebangsaan”.
Untuk memastikan kualitas debat berlangsung menarik, KPU Pacitan melibatkan panelis dari kalangan profesional, termasuk akademisi lokal dari berbagai perguruan tinggi di Pacitan.
“Panelis dari kalangan profesional dan akademisi lokal dari kampus yang ada di Pacitan,” jelas Aswika, menegaskan pentingnya kehadiran ahli dalam mendiskusikan isu-isu yang relevan.
Namun, karena keterbatasan tempat, KPU Pacitan memberlakukan pembatasan untuk debat pertama. Hanya tim pemenangan dan pendukung yang memiliki kartu tanda pengenal yang diperbolehkan masuk.
Meskipun demikian, masyarakat tidak perlu khawatir karena debat akan disiarkan secara langsung melalui berbagai saluran media, sehingga semua dapat mengikuti, mengenali, dan menilai calon pemimpin mereka.
“Aspek teknis terkait debat sudah kami sampaikan. Sementara konsep dan lokasi debat kedua dan ketiga masih dalam pembicaraan dengan masing-masing paslon,” tambah Aswika.
Dengan langkah ini, diharapkan debat dapat menjadi ajang yang efektif dalam memberikan informasi bagi pemilih serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi.
Pilbup Pacitan 2024 ini diikuti dua pasangan calon, yakni paslon dengan nomor urut 1 adalah Ronny Wahyono dan Wahyu Saptono Hadi, yang diusulkan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Sementara pasangan nomor 2 adalah paslon petahana, yakni Indrata Nur Bayuaji dan Gagarin yang diusulkan oleh Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Hanura dan Partai Gerindra. [sul/beq]






