Malang (beritajatim.com) – Politeknik Negeri Malang (Polinema) melalui Wakil Direktur IV Bidang Perencanaan dan Kerjasama melaksanakan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan 19 mitra strategis di PSDKU Lumajang. Acara yang berlangsung di Kampus PSDKU Lumajang ini dihadiri oleh berbagai mitra industri, lembaga, serta instansi pemerintah daerah.
Kerjasama ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan vokasi, pengembangan infrastruktur, serta peningkatan pelayanan publik yang berdampak luas bagi masyarakat Lumajang dan sekitar. Gunawan Budi Prasetyo, ST., MMT., Ph.D., selaku Koordinator PSDKU Lumajang, menekankan pentingnya kerjasama dengan mitra industri dalam mendukung kegiatan tri dharma perguruan tinggi, terutama dalam aspek pengabdian dan penelitian.
“Sebagai lembaga pendidikan, kami terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa. Kerjasama ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan kualitas lulusan yang pada akhirnya akan memberikan dampak positif pada masyarakat, khususnya di wilayah Lumajang,” ujarnya.
Dalam acara tersebut, sebanyak 19 mitra strategis Polinema menandatangani Memorandum of Understanding (MoU). Hingga saat ini, Polinema telah bekerja sama dengan lebih dari 500 mitra dalam negeri dan 60 mitra luar negeri. Kerjasama ini diharapkan tidak hanya memperkuat pendidikan vokasi, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Lumajang.
Drs. Arif Sukamdi, yang mewakili Ketua DPRD Lumajang, mengungkapkan harapannya agar Polinema PSDKU Lumajang dapat terus berkembang dan menjadi lembaga pendidikan yang mandiri di masa mendatang. Ia juga menyoroti pentingnya pendidikan dalam peningkatan kualitas SDM di Lumajang, terutama di bidang-bidang strategis yang dibutuhkan masyarakat.
“Pendidikan menjadi urusan wajib dasar karena sangat penting untuk peningkatan kualitas SDM, khususnya di Lumajang,” ujarnya.
Prof. Dr. Ratih Indri Hapsari, ST., MT., Ph.D., selaku Wakil Direktur IV Polinema, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polinema dalam mengembangkan kampus Lumajang sebagai PSDKU yang unggul.
“Kerjasama yang kami jalin hari ini mencakup tiga bidang utama, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Beberapa perjanjian juga terkait dengan pelatihan karyawan industri, penempatan magang mahasiswa dan dosen, penyediaan fasilitas bersama, serta pelaksanaan penelitian dan program pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.
Salah satu contoh program yang telah berjalan di bawah kerjasama ini adalah pengembangan “smart kandang” berbasis Internet of Things (IoT) di daerah rawan bencana, bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Selain itu, Polinema juga telah menjalin kemitraan dengan Rumah Sakit Bhayangkara untuk pelaksanaan studi lapangan, serta pengiriman mahasiswa jurusan Teknik Mesin untuk magang di Bengkel Klinik Motor.

Lebih lanjut, Prof. Ratih juga menekankan komitmen Polinema untuk terus memperkuat infrastruktur dan kualitas pendidikan di PSDKU Lumajang. “Selain pengembangan prasarana fisik, kami juga mengupayakan peningkatan status pegawai di PSDKU Lumajang agar setara dengan pegawai di Kampus Polinema Malang. Kami juga rutin berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar mendapat dukungan berupa hibah untuk pengembangan kampus,” tambahnya.
Sebagai bagian dari pengembangan fasilitas, Polinema saat ini tengah membangun gedung baru di atas lahan seluas 8 hektar di Kampus PSDKU Lumajang. Pembangunan ini ditujukan untuk menambah ruang kelas guna menampung lebih banyak mahasiswa.
Target penerimaan mahasiswa tahun depan diharapkan meningkat lebih dari 100%, dengan rencana penambahan satu kelas di setiap program studi. Menurut Prof. Ratih, PSDKU Lumajang memiliki potensi besar, terutama dalam hal kerjasama industri yang lebih luas dibandingkan PSDKU lain.
Dengan ditandatanganinya MoU ini, Polinema berharap komunikasi dan kolaborasi antara kampus, mitra industri, dan masyarakat terus berlanjut secara berkelanjutan. “Yang terpenting dari kerjasama ini adalah terjalinnya komunikasi yang baik antara kedua belah pihak. Dengan begitu, mahasiswa Polinema terhubung langsung dengan industri dan masyarakat, yang akan memperkuat kualitas pendidikan baik dari segi soft skill maupun hard skill,” katanya menutup. (dan/kun)






