Surabaya (beritajatim.com) – Massa pendukung kotak kosong yang mengancam bubarkan debat publik Pilwalkot Surabaya 2024, putar balik dari Dyandra Convention Center pukul 18.17 WIB, Rabu (16/10) petang.
Kelompok pendukung kotak kosong dari elemen Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur itu, tiba ratusan orang pukul 17.45 petang.
Namun upaya MAKI mendesak KPU menyediakan kursi kosong di atas panggung debat itu terpaksa kandas. Dan keributan tidak muncul setelah MAKI ‘dimediasi’ KPU bersama Bawaslu Kota Surabaya.
“Dari KPU (Surabaya) menyatakan bahwa regulasi ini tidak boleh. Kemudian setelah berbicara panjang lebar kami sepakat satu titik. Bahwa MC (Master of Ceremony) dalam kegiatan debat nanti akan menyampaikan keberadaan eksistensi calon kotak kosong,” rinci Ketua MAKI Jawa Timur Heru Satrio usai mediasi bersama KPU, Bawaslu, Rabu (16/10).
Menerima penolakan tersebut MAKI merasa berat hati. Namun mereka bakal mencermati betul jalannya proses debat melalui siaran. Apakah MC akan bertindak sesuai ‘kesepakatan’. Dan apabila tidak, MAKI kembali mengancam di proses debat kedua.
“Kita MAKI akan cek bersama sama apa pun yang disampaikan oleh MC. kalau pun memang dilakukan oke, tetapi kalau tidak didebat publik ke – dua, saya jamin akan lebih heboh dari sekarang,” ucap dia.
Lebih lanjut, Heru menilai bahwa jalannya proses debat tanpa diikuti aspirasi kubu kotak kosong ini adalah parodi. Kata dia, bentuk parodi demokrasi.
“Sumber anggaran yang (seharusnya) sama tidak dilakukan secara linear (oleh KPU) di acara debat ini, kan lucu. Sebenarnya parodi apa yang dilakukan oleh KPU. Ini kan ndak bener, ini parodi demokrasi yang disengaja,” pungkas Ketua MAKI Jatim itu. [ram/ian]






