Malang (beritajatim.com) – Presiden terpilih Prabowo Subianto kembali mengundang sejumlah calon menteri, wakil menteri, serta kepala badan di kediamannya di Jalan Kertanegara IV, Jakarta, hari ini. Di antara nama yang dipanggil, terdapat mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Fauzan.
Prof Fauzan turut hadir sebagai salah satu kandidat yang dipertimbangkan. Sebelumnya, Prabowo telah memanggil 49 calon menteri yang akan membantunya membentuk kabinet baru pemerintahan Indonesia. Nama-nama seperti Erick Thohir, Sri Mulyani, Yusril Ihza Mahendra, dan Bahlil Lahadalia telah muncul dalam bursa calon menteri.
Kini, nama Prof. Fauzan dari UMM semakin memperpanjang daftar tokoh penting yang berpotensi menduduki jabatan strategis di pemerintahan Prabowo. Kepala Humas UMM, Dr. M. Isnaini, menyatakan bahwa Prof. Fauzan merupakan seorang guru besar di bidang pendidikan yang selama dua periode menjabat sebagai Rektor UMM.
Menurut Isnaini, kontribusi Prof. Fauzan selama memimpin kampus tersebut dianggap relevan dengan visi Prabowo. Utamanya, terkait dengan program-program unggulan yang pernah dijalankan di bawah kepemimpinannya.
“Prof. Fauzan berhasil menjalankan program seperti Center of Excellence (CoE) dan Center for Future Work (CFW) yang menghubungkan mahasiswa dengan industri, serta menghasilkan SDM unggul yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Program lainnya, Profesor Penggerak Pembangunan Masyarakat (P3M),” ujar Isnaini, melalui keterangan, Selasa (15/10/2024).

Menurut Isnaini, kontribusi Prof Fauzan dalam memberdayakan pakar UMM untuk memberikan pendampingan langsung pada masyarakat juga bisa jadi bukti. Utamanya, dalam sektor pangan yang sejalan dengan rencana ketahanan pangan yang diusung Presiden terpilih Prabowo.
Pemanggilan ini, menurut Prabowo, merupakan bagian dari proses seleksi yang telah berlangsung lama. “Kami telah memantau dan mendiskusikan kandidat-kandidat terbaik jauh sebelum mereka dipanggil. Hari ini hanya untuk memastikan kesediaan mereka membantu di bidang yang telah saya tawarkan,” ungkap Prabowo kepada media.
Dengan masuknya Prof. Fauzan dalam bursa calon kabinet, posisi strategis di bidang pendidikan tinggi, riset, dan teknologi menjadi salah satu peluang yang mungkin diembannya. Jabatan ini diharapkan akan berperan penting dalam melahirkan SDM unggul yang mampu menghadapi tantangan di masa depan. (dan/but)






