Bojonegoro (beritajatim.com) — Calon Bupati (Cabup) Bojonegoro, Setyo Wahono menggagas pembangunan rumah sakit unggulan Tipe A untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Bojonegoro. Sehingga fasilitas dan pelayanan kesehatan lebih maksimal.
Selain itu, juga memperkuat program bantuan jaminan kesehatan gratis bagi masyarakat dengan target kepesertaan jaminan kesehatan nasional (JKN) hingga 100 persen, dengan meningkatkan (top up) Program Kartu Indonesia Sehat (KIS).
“Harapan kami, dengan ada rumah sakit Tipe A nantinya warga Bojonegoro dan sekitarnya bisa berobat di sini. Tidak usah jauh-jauh ke Dr Soetomo Surabaya,” ujarnya, Selasa (15/10/2024).
Cabup asal Desa Dolokgede Kecamatan Tambakrejo itu menambahkan, pihaknya juga akan membangun Rumah Sakit Tipe B di 5 titik zona/kawasan Bojonegoro dan Rumah Sakit Tipe C di 10 titik zona/kawasan, serta membangun Puskesmas Unggulan di 20 titik zona/kawasan.
Pembangunan fasilitas kesehatan ini akan semakin memudahkan masyarakat Bojonegoro mendapat pelayanan kesehatan secara maksimal dan berkualitas. “Kesejahteraan tenaga kesehatan juga akan kita tingkatkan agar mereka maksimal memberikan pelayanan,” tandasnya.
Sementara diketahui, salah satu program unggulan pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati nomor 02, Setyo Wahono-Nurul Azizah diantaranya peningkatan fasilitas dan jumlah tenaga kesehatan di Bojonegoro sehingga memenuhi standart world health organization (WHO) maupun Kementerian Kesehatan.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Bojonegoro, saat ini jumlah rumah sakit (RS) di Bojonegoro terdiri RSUD sebanyak 4 lembaga, RS vertikal 1 lembaga, dan RS swasta 6 lembaga. Kemudian untuk Puskesmas ada 35 lembaga, Pukesmas Pembantu/Pustu ada 70 lembaga, dan 28 klinik kesehatan.
Pada seluruh instansi ini tersedia bidan dan perawat, termasuk di Polindes/Ponkesdes. Kemudian terdapat 253 tenaga dokter, dan 127 dokter spesialis.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro, dr Ani Pudjiningrum, merujuk standar WHO untuk setiap 1.000 penduduk idealnya tersedia satu tempat tidur RS. Jumlah tempat tidur RS di Bojonegoro tersedia sebanyak 1.456 unit dengan jumlah penduduk 1.363.058 jiwa.
“Artinya rasio tempat tidur RS di Bojonegoro sebesar 1,07. Angka rasio ini masih di bawah rasio temat tidur RS di Indonesia yaitu sebesar 1,04,” ujar dr Ani, panggilan akrabnya.
Jika mengacu Kementerian Kesehatan, lanjut dia, standar kebutuhan tenaga dokter spesialis adalah 9 per 100.000 penduduk, dokter umum adalah 30 berbanding 100.000 penduduk, dan dokter gigi 11 per 100.000 penduduk.
Sementara di Bojonegoro, kata dr Ani, rasio dokter spesialis sebesar 9,3 per 100.000 penduduk, yang artinya sudah sesuai kebutuhan. Tetapi rasio dokter umum sebesar 18,6 per 100.000 penduduk, artinya masih jauh di bawah kebutuhan. “Rasio dokter gigi masih kurang dari standar karena sebesar 5,8 per 100.000 penduduk,” ucapnya.
Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Ahmad Supriyanto menyampaikan, belum standarnya fasilitas dan jumlah nakes ini berpengaruh terhadap pelayanan dasar masyarakat. “Kedepan ini perlu ditingkatkan, agar masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan secara maksimal dan berkualitas” tegas politisi Partai Golkar ini. [lus/kun]






