Pasuruan (beritajatim.com) – Musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Pasuruan mengakibatkan semakin meluasnya wilayah terdampak kekeringan. Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, saat ini terdapat 19 desa di 5 kecamatan yang mengalami krisis air bersih.
Desa-desa yang terdampak tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya Kecamatan Lekok (Semedusari, Wates, Pasinan, Balonganyar), Kecamatan Lumbang (Watulumbung, Kedungrejo, Bulukandang, Pancur), Kecamatan Winongan (Sumberjo, Kedungrejo), Kecamatan Kejayan (Kedungpengaron, Klangrong, Ambal-ambil), dan Kecamatan Pasrepan (Ngantungan, Pasrepan, Klakah, Mangguan, Petung, Sibon).
Kondisi ini memaksa pemerintah daerah untuk segera bertindak. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Dimas Kriz Asmoro, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan dropping air bersih secara rutin ke wilayah-wilayah yang terdampak.
“Setiap hari, kami mendistribusikan sekitar 30 ritase air bersih menggunakan empat armada truk tangki milik BPBD Kabupaten Pasuruan. Kami juga bekerja sama dengan BPBD Provinsi untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” ujar Dimas.
Meskipun beberapa wilayah di dataran tinggi seperti Tutur dan Purwodadi sudah mulai diguyur hujan, namun intensitasnya masih rendah dan belum merata. Oleh karena itu, upaya penanggulangan kekeringan akan terus dilakukan hingga musim hujan tiba. [ada/aje]






