Surabaya (beritajatim.com) – Husky-CNOOC Madura Limited (HCML), sebagai salah satu Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) hulu migas di Indonesia, terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan. Melalui berbagai program penanaman pohon, HCML aktif berkontribusi dalam upaya rehabilitasi lingkungan, terutama di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Sejak awal tahun hingga Agustus 2024, HCML bersama dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) telah berhasil menanam sebanyak 83.168 pohon. Angka ini merupakan pencapaian yang signifikan dan menunjukkan keseriusan HCML dalam menjalankan program keberlanjutan.
HCML tidak hanya fokus pada penanaman pohon sembarangan, namun juga memilih jenis pohon yang memiliki manfaat ekologis tinggi. Salah satunya adalah mangrove, yang dikenal sebagai penjaga garis pantai dari abrasi dan gelombang pasang. Penanaman mangrove secara masif telah dilakukan di beberapa lokasi, seperti Pasir Kadilangu, Kulonprogo, Yogyakarta, dan Pulau Mandangin. Selain mangrove, HCML juga menanam pohon produktif seperti cemara dan nangka yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Keberhasilan program penanaman pohon ini tidak lepas dari kolaborasi yang kuat antara HCML, SKK Migas, dan pemerintah daerah. Kemitraan ini memungkinkan terlaksananya program secara efektif dan berkelanjutan.
Hamim Tohari, Manager Regional Office & Relations HCML, mengatakan, pihaknya percaya bahwa kegiatan apapun tidak boleh melupakan tanggung jawab terhadap alam.
“Industri migas tidak lepas dari lingkungan sekitar. Maka kami pun turut andil dalam upaya bersama yang dilakukan untuk merawat bumi,” bebernya.
Ke depannya, HCML berkomitmen untuk terus melanjutkan program-program keberlanjutan, termasuk penanaman pohon dan pelestarian ekosistem laut. Dengan demikian, HCML berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.[rea]






