Surabaya (beritajatim.com) – Proses Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya telah memasuki tahap lanjutan usai empat bakal calon mengikuti fit and proper test.
Hasil dari ujian ini akan menjadi acuan untuk menentukan calon rektor yang direkomendasikan. Hasilnya, tiga nama direkomendasikan menjadi calon rektor 2024-2028, yaitu Dr Mundakir, Dr M Ridlwan, dan Dr Nur Mukarromah.
Ketua Senat UM Surabaya Sukadiono menekankan pentingnya transparansi dalam proses ini, mulai dari penjaringan hingga penetapan calon.
Suko menyebut, ketiga calon ini telah disetujui dalam rapat senat UM Surabaya dan akan diusulkan ke Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah untuk evaluasi lebih lanjut.
“Seluruh tahapan pemilihan rektor berlangsung sesuai prinsip langsung, bebas, rahasia, jujur, dan adil,” katanya, Jumat (11/10/2024).
Suko menegaskan, Pilrek UM Surabaya dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Rektor secara independen, mengikuti peraturan yang mengacu pada Statuta UM Surabaya dan pedoman Perguruan Tinggi Muhammadiyah.
Selanjutnya, calon rektor diharapkan menunjukkan gagasan dan program strategis untuk pengembangan UM Surabaya, termasuk peningkatan mutu akademik dan pengabdian masyarakat.
Proses pemilihan diharapkan berjalan lancar. Suko menyebut bahwa hal ini mencerminkan semangat Muhammadiyah dalam menciptakan pemimpin yang amanah dan berintegritas.
Rektor terpilih diharapkan dapat membawa UM Surabaya ke tingkat yang lebih tinggi, baik nasional maupun internasional.
Suko mengungkapkan, keputusan akhir mengenai siapa yang akan menjabat sebagai Rektor UM Surabaya akan diumumkan oleh PP Muhammadiyah setelah semua tahap seleksi selesai.
“Saya berharap semua anggota senat UM Surabaya menjaga kondusifitas dan tidak memberikan komentar yang tidak perlu ke publik,” pungkasnya. [ipl/ian]






