Surabaya (beritajatim.com) – PT BPR Jatim (Perseroda) atau Bank Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pertumbuhan UMKM di Jawa Timur agar mampu menembus pasar global. Melalui berbagai inisiatif strategis, Bank UMKM memfasilitasi para nasabahnya untuk melakukan ekspor produk lokal guna meningkatkan daya saing dan membuka peluang pasar yang lebih luas.
“Nasabah binaan yang memiliki potensi ekspor adalah prospek luar biasa bagi Bank UMKM. Kami membantu mereka melalui misi dagang antar pulau hingga luar negeri, agar dapat terjalin kerjasama bisnis dengan pengusaha di berbagai negara dan wilayah,” ujar Pimpinan Sub Divisi Kredit Program Bank UMKM, Andi Tri Laksono, saat acara diskusi bertajuk “5 Solusi Keuangan Tepat Bersama Rakyat” dalam Jatim Inclusion Festival 2024, yang digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Timur pada Jumat (11/10/2024).
Sebagai upaya mendukung ekspor nasabah binaannya, Bank UMKM menawarkan program pembiayaan unggulan dengan suku bunga kompetitif. Salah satunya adalah Paket Kredit Petani Jawa Timur, dengan plafon pinjaman perorangan hingga Rp50 juta dan plafon bagi kelompok tani atau koperasi hingga Rp250 juta dengan suku bunga 6 persen per tahun.
Selain itu, terdapat juga Program Dana Bergulir (Dagulir) yang memberikan plafon hingga Rp300 juta dengan suku bunga 4 persen per tahun. Program lainnya, Prokesra, menawarkan pinjaman hingga Rp25 juta dengan bunga flat 3 persen per tahun, menjadikannya pilihan menarik bagi pelaku UMKM yang ingin memperluas usaha atau menambah modal.
“Dagulir sangat membantu bagi sektor umum dengan bunga rendah 4 persen. Ini bisa menjadi pilihan menarik bagi UMKM untuk meningkatkan perputaran modal atau mengembangkan usaha mereka,” tambah Andi.
Dukungan Bank UMKM tidak hanya berupa pembiayaan modal, tetapi juga pendampingan komprehensif bagi nasabah yang ingin melakukan ekspor. Bank UMKM membantu dalam pengurusan berbagai izin seperti NIB, IPAL-AMDAL, HO, SDA, dan IPRT. Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan pasar global, Bank UMKM juga memfasilitasi sertifikasi halal produk UMKM.
Kerjasama dengan berbagai pihak dilakukan untuk meningkatkan kualitas produk UMKM dari segi desain, kemasan, dan standar produksi. Dalam hal pemasaran, Bank UMKM membantu UMKM melalui pameran dan misi dagang.
“Kami membawa UMKM potensial ke berbagai event seperti JIFEST dan Jatim Fest untuk mempromosikan produk mereka, termasuk kegiatan ekspor lintas negara,” jelas Andi.
Selain itu, peningkatan kapasitas bagi nasabah juga menjadi fokus utama. Bank UMKM secara rutin mengadakan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan SDM UMKM, terutama dalam pengelolaan dan pembuatan laporan keuangan.
Dengan berbagai program dan inisiatif tersebut, Bank UMKM berkomitmen memberdayakan UMKM di Jawa Timur agar mampu berdaya saing di pasar internasional, sejalan dengan konsep glokalisasi. Sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan pelaku usaha diharapkan akan semakin memperkuat peran UMKM Jawa Timur di kancah global. [beq]






